Jakarta (KABARIN) - Ustaz Abi Makki sebagai saksi mengatakan korban diimingi sekolah ke Mesir yang menjadi modus pendakwah Syekh Ahmad Al-Misry atau SAM atas kasus dugaan pelecehan seksual terhadap para santrinya di kawasan Bogor.
"Iming-imingnya itu, mau diberangkatkan sekolah gratis ke Mesir, korban juga ada yang sudah berangkat ke Mesir," kata Ustaz Abi Makki kepada wartawan di Jakarta Selatan, Kamis.
Saksi menyebutkan modus SAM yakni mengajak para santrinya mendengarkan ceramahnya hingga mengimingi korban bisa bersekolah di Mesir.
Terlebih, menurutnya, sebenarnya uang yang dipakai SAM untuk menyekolahkan santrinya di Mesir tidak berasal dari dana pribadinya sendiri. Namun, dana umat atau jemaah majelis yang dikumpulkan untuk menolong sesama umat membutuhkan, khususnya para santri.
Kemudian, dia menambahkan pada tahun 2021 lalu, SAM telah melakukan dugaan pelecehan terhadap para santrinya. Kala itu, para korban bersama para guru santri dan tokoh agama melakukan tabayyun terhadap SAM.
Hingga akhirnya SAM menyampaikan permintaan maafnya dan berjanji tidak akan melakukan perbuatan dugaan pelecehan seksual sesama jenis.
Namun, kata dia, bukannya bertaubat, pada tahun 2025, guru para santri justru mendapatkan pengakuan dari santrinya jika SAM kembali melakukan perbuatan serupa. Para guru santri itu lantas berkumpul membicarakan itu hingga akhirnya bertemu dengan gurunya, Habib Mahdi.
"Sudah putus berarti dari 2021, 2022, 2023, 2024, 2025, empat tahun lah kira-kira, di akhir November (2025) itu kami dapat wawancara dengan Ustazah Oki dengan korban, Ustazah Oki langsung sampaikan ke kami, Habib Maki, ternyata dia (SAM) belum sembuh. Berharap dari 2021 dengan peristiwa itu sembuh gitu ya, kapok lah kira-kira," ucapnya.
Dari kasus tersebut maka dibuatlah laporan ke Mabes Polri tentang dugaan kasus pelecehan yang dilakukan SAM terhadap para santrinya itu. Para santri yang sebelumnya tak berani bercerita pun akhirnya menceritakan peristiwa yang pernah dialaminya itu.
Abi menambahkan, para korban dalam kasus tersebut ada yang di bawah umur hingga dewasa. Mereka dilecehkan secara berulang oleh SAM.
Bahkan, beberapa kali perbuatan tersebut dilakukan di tempat ibadah, yang mana membuat para korbannya trauma hingga saat ini.
"Korban tidak bisa berbuat apa-apa, bingung dan menurut saja karena disampaikan hal-hal yang disesuaikan agama, korban laki-laki semuanya," katanya.
Kasus dugaan pelecehan seksual sesama jenis yang diduga dilakukan SAM kepada para santrinya di kawasan Bogor telah dilaporkan ke Mabes Polri pada 28 November 2025 lalu dengan nomor laporan LP/B/586/XI/2025/SPKT/BARESKRIM POLRI tanggal 28 November 2025.
Sumber: ANTARA