Dewa United Desak Sanksi Tegas Usai Insiden Kekerasan di EPA U20 Semarang

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Klub Dewa United mendesak adanya sanksi tegas atas insiden kekerasan yang terjadi pada laga Elite Pro Academy (EPA) U20 antara Dewa United Development dan Bhayangkara Youth di Stadion Citarum, Semarang, Minggu (19/4).

Presiden Dewa United, Ardian Satya Negara, menegaskan bahwa pihaknya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan, terutama di kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi wadah pembinaan dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Kami mengecam keras insiden kekerasan yang terjadi di Semarang. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan, terlebih terjadi pada kompetisi usia muda yang seharusnya menjunjung tinggi nilai sportivitas dan pembinaan,” ujar Ardian, dikutip dari pernyataan resmi klub di Jakarta, Senin.

Ia juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak yang seharusnya menjadi panutan dalam menjaga kondusivitas pertandingan. Menurutnya, tindakan kekerasan oleh pemain maupun pelatih tidak dapat dibenarkan dalam situasi apa pun.

Ardian menegaskan manajemen Dewa United akan mengambil langkah serius sebagai respons atas insiden tersebut, termasuk melayangkan protes resmi kepada operator kompetisi.

“Manajemen Dewa United melayangkan protes resmi kepada operator liga serta mendorong adanya investigasi dan sanksi tegas. Selain itu, kami juga akan menempuh jalur hukum terhadap seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan ini,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kejadian tersebut harus menjadi perhatian serius agar perkembangan sepak bola usia muda di Indonesia tetap berada pada jalur yang positif dan aman.

“Sepak bola Indonesia, khususnya di level akar rumput, sedang berkembang ke arah yang lebih baik. Karena itu, kami menegaskan bahwa insiden seperti ini tidak boleh terulang,” ujar Ardian.

Dalam pertandingan tersebut, Dewa United berhasil meraih kemenangan 2-1. Namun, suasana pertandingan berubah memanas setelah peluit akhir dibunyikan.

Bentrokan antarpemain kedua tim terjadi, diawali aksi dorong-dorongan hingga berujung pada keributan yang melibatkan tindakan agresif di lapangan.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka