Jakarta (KABARIN) - Pelatih Persijap Jepara Mario Lemos menilai kemenangan 2-0 atas Semen Padang di Stadion Haji Agus Salim, Senin pada pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 bukan hasil yang datang dengan mudah.
Dua gol Persijap yang berjuluk Laskar Kalinyamat tercipta di babak pertama lewat Rendi Saepul pada menit ke-38 dan Carlos Franca pada menit ke-45.
Meski unggul dua gol, Persijap sempat kesulitan menjaga ritme permainan di babak kedua. Namun sejumlah perubahan yang dilakukan pelatih membuat mereka mampu mempertahankan keunggulan hingga laga usai.
“Sebuah laga yang sulit, apalagi kita main di kandang lawan. Semen Padang adalah tim yang bagus. Di babak pertama, kita bisa kendalikan permainan dan berhasil mencetak gol. Babak kedua, kita sempat kehilangan ritme permainan. Terpenting adalah kita bisa dapat tiga poin di laga ini,” kata Lemos, dikutip dari laman resmi I.League, Selasa.
Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Persijap setelah sebelumnya menaklukkan Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan skor 2-1. Hasil tersebut juga memperpanjang catatan tak terkalahkan mereka menjadi tujuh pertandingan.
Tambahan tiga poin membuat Persijap untuk sementara menjauh dari zona degradasi dengan koleksi 28 poin dan berada di peringkat ke-13, unggul empat poin dari zona merah.
Lemos juga menilai ketatnya persaingan di papan bawah membuat laga ini semakin penting untuk dimenangkan.
“Perbedaan di klasemen (sebelum pertandingan) antara Persijap dan Semen Padang hanya lima poin saja. Jadi masih sangat rapat dan kita tahu mereka punya permainan dan set piece yang berbahaya. Itu makanya kita berusaha untuk tidak memberikan celah kepada lawan supaya kita bisa selesaikan laga dengan baik,” ucap pelatih asal Portugal tersebut.
Terkait keputusan melakukan empat pergantian pemain di babak kedua, Lemos menjelaskan langkah itu diambil untuk menjaga keseimbangan tim yang mulai kehilangan kontrol permainan.
“Kita mulai kehilangan lini tengah di babak kedua, itu yang membuat akhirnya kita masukkan tenaga yang lebih fresh untuk bisa kendalikan permainan tim,” tutup dia.
Ke depan, Persijap masih harus menjalani enam laga tersisa yang cukup berat, termasuk menghadapi tim papan atas seperti Persija Jakarta pada 4 Mei, Borneo FC pada 17 Mei, dan Persib Bandung pada 23 Mei.
Sumber: ANTARA