Badan Geologi Ingatkan Potensi Gas Beracun di Kawah Gunung Marapi

waktu baca 2 menit

Di area kawah atau puncak Gunung Marapi juga terdapat potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun

Kota Padang (KABARIN) - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengingatkan masyarakat mengenai masih adanya potensi gas vulkanik beracun di sekitar kawah dan puncak Gunung Marapi, Sumatera Barat.

“Di area kawah atau puncak Gunung Marapi juga terdapat potensi bahaya dari gas-gas vulkanik beracun,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Lana Saria dalam keterangan tertulis di Padang, Selasa.

Peringatan tersebut disampaikan berdasarkan hasil evaluasi aktivitas Gunung Marapi yang berada di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar untuk periode 1–15 April 2026.

Dalam laporan itu, terdapat empat jenis gas berbahaya yang terdeteksi, yakni karbon dioksida (CO₂), karbon monoksida (CO), sulfur dioksida (SO₂), dan hidrogen sulfida (H₂S).

Selain potensi gas beracun, Badan Geologi juga mengeluarkan sejumlah imbauan keselamatan kepada masyarakat. Jika terjadi hujan abu, warga diminta menggunakan masker untuk mencegah gangguan pernapasan seperti ISPA.

Masyarakat, pendaki, wisatawan, serta pengunjung juga dilarang memasuki radius tiga kilometer dari pusat aktivitas Gunung Marapi, khususnya di Kawah Verbeek, sesuai rekomendasi Pos Gunung Api Bukittinggi.

Badan Geologi turut mengingatkan warga yang tinggal di sekitar aliran sungai berhulu Gunung Marapi untuk mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat musim hujan.

Saat ini, status aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II atau Waspada dan akan terus dievaluasi secara berkala sesuai perkembangan aktivitas vulkanik.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka