Dengan rantai pasok yang siap, maka petani, peternak, dan nelayan, akan sejahtera karena produk mereka diserap langsung
Serang (KABARIN) - Badan Gizi Nasional (BGN) meminta seluruh kepala daerah memperketat pengawasan rantai pasok bahan baku untuk mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan lokal.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Dadang Hendrayudha mengatakan peran gubernur, bupati, dan wali kota sangat penting dalam memastikan ketersediaan pangan di daerah masing-masing.
"Kami memohon kepada para kepala daerah agar rantai pasok di daerahnya bisa terpenuhi. Dengan rantai pasok yang siap, maka petani, peternak, dan nelayan akan sejahtera karena produk mereka diserap langsung," ujar Dadang di Serang, Banten, Rabu.
Ia menjelaskan, dari alokasi Rp15.000 per porsi MBG, sekitar Rp10.000 digunakan khusus untuk pembelian bahan baku. Sesuai Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, program ini juga diwajibkan melibatkan UMKM serta menyerap hasil produksi masyarakat sekitar.
Dadang menambahkan, sinergi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pemerintah daerah perlu mengatur distribusi bahan pangan agar tidak menimbulkan gejolak harga di pasar.
"Ekonomi akan kuat di bawah jika rantai pasok ini berjalan. Petani senang karena produknya dibeli untuk mendukung kebutuhan dapur di seluruh wilayah," ujarnya.
Selain rantai pasok, BGN juga menekankan pengawasan ketat terhadap operasional dapur MBG, termasuk standar kebersihan, waktu memasak yang dimulai pukul 02.00 WIB, serta komposisi gizi seimbang dengan melibatkan tenaga profesional.
BGN bahkan menegaskan akan mencabut izin operasional mitra yang tidak memenuhi standar, termasuk penutupan unit dapur yang melanggar aturan.
Untuk memperkuat transparansi, BGN juga mendorong pemerintah daerah menggunakan sistem digital yang memungkinkan pemantauan real-time terhadap lokasi dapur, jumlah penerima manfaat, hingga menu harian.
"Setiap hari pengelola wajib mengunggah menu mereka ke platform tersebut," kata Dadang.
Sumber: ANTARA