New York (KABARIN) - Kevin Warsh, kandidat Ketua Federal Reserve (The Fed) yang diajukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, menegaskan komitmennya terhadap independensi bank sentral dalam sidang konfirmasi di hadapan Komite Perbankan Senat, Selasa (21/4).
Dalam pernyataannya, Warsh menyebut bahwa ia tidak akan menurunkan suku bunga hanya karena diminta oleh presiden.
“Presiden tidak pernah satu kali pun meminta saya untuk berkomitmen pada keputusan suku bunga tertentu, dan saya juga tidak akan menyetujuinya jika dia melakukannya. Saya akan menjadi pihak independen jika dikonfirmasi sebagai ketua Federal Reserve,” ujarnya di hadapan komite.
Menanggapi kritik Senator Elizabeth Warren yang menyebut dirinya sebagai “boneka” agenda ekonomi Trump, Warsh menegaskan bahwa ia akan menjaga kebijakan moneter tetap independen.
“Saya tidak percaya bahwa independensi kebijakan moneter akan terancam ketika pejabat terpilih menyatakan pandangan mereka tentang suku bunga,” katanya. “Independensi The Fed bergantung pada The Fed itu sendiri.”
Trump sendiri diketahui beberapa kali secara terbuka mendesak penurunan suku bunga dan mengkritik Ketua The Fed saat ini, Jerome Powell. Bahkan, dalam wawancara dengan CNBC, Trump menyatakan akan kecewa jika suku bunga tidak segera dipangkas oleh calon pilihannya.
Di sisi lain, dinamika politik di Senat juga menjadi tantangan bagi pencalonan Warsh. Senator Partai Republik Thom Tillis menyebut akan menahan proses konfirmasi hingga ada perkembangan terkait penyelidikan terhadap Powell terkait renovasi kantor pusat The Fed.
Warsh sendiri harus meraih mayoritas suara di Komite Perbankan Senat yang terdiri dari 13 anggota Partai Republik dan 11 anggota Partai Demokrat untuk dapat melaju ke tahap konfirmasi.
Sementara itu, masa jabatan Jerome Powell sebagai Ketua The Fed akan berakhir pada 15 Mei, namun ia menyatakan tetap menjabat hingga penggantinya dikonfirmasi. Trump bahkan sempat mengancam akan memecat Powell jika masih bertahan di posisinya.
Sumber: Xinhua