IHSG Melemah di Tengah Ketidakpastian Gencatan AS–Iran

waktu baca 2 menit

Bursa regional Asia tertekan yang dipengaruhi konflik Timur Tengah tak sesuai harapan akan munculnya perdamaian, meskipun ada perpanjangan gencatan senjata

Jakarta (KABARIN) - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup melemah di tengah ketidakpastian arah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

IHSG ditutup turun 17,77 poin atau 0,24 persen ke posisi 7.541,61. Sementara itu, indeks LQ45 terkoreksi 1,04 persen ke level 735,97.

“Bursa regional Asia tertekan yang dipengaruhi konflik Timur Tengah tak sesuai harapan akan munculnya perdamaian, meskipun ada perpanjangan gencatan senjata," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.

Dari sisi global, sentimen negatif muncul setelah rencana putaran kedua pembicaraan damai antara AS dan Iran gagal terlaksana. Presiden AS Donald Trump disebut memperpanjang gencatan senjata dengan Iran, yang sempat meredakan kekhawatiran eskalasi di Timur Tengah.

Namun demikian, blokade AS terhadap kapal-kapal Iran tetap diberlakukan karena negosiasi lanjutan tidak berjalan sesuai rencana. Laporan juga menyebut Wakil Presiden AS JD Vance membatalkan perjalanan ke Pakistan setelah Iran menyatakan tidak akan menghadiri pertemuan tersebut melalui jalur diplomatik.

Di sisi lain, Iran disebut masih mempertimbangkan sikap terhadap gencatan senjata selama blokade laut AS tetap diberlakukan, serta mengisyaratkan kemungkinan tidak mematuhi kesepakatan damai.

Dari dalam negeri, IHSG turut tertekan sentimen global serta penangguhan penilaian saham Indonesia oleh MSCI yang masih menjadi faktor negatif.

Sementara itu, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 4,75 persen untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah tekanan global.

“Keputusan ini masih konsisten dengan upaya meningkatkan efektivitas strategi penyesuaian struktur suku bunga instrumen operasi moneter dalam memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi perekonomian global akibat perang di Timur Tengah,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak fluktuatif namun tetap berada di zona merah hingga penutupan. Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat, dipimpin sektor transportasi & logistik yang naik 4,30 persen.

Adapun saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu COAL, KOTA, BDMN, HOPE, dan TALF. Sedangkan saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni KICI, DEFI, LCKM, DSSA, dan BREN.

Frekuensi perdagangan saham tercatat 2.948.972 kali dengan volume 49,44 miliar lembar saham senilai Rp18,14 triliun. Sebanyak 440 saham naik, 240 saham turun, dan 141 stagnan.

Bursa saham Asia sendiri bergerak variatif, dengan Nikkei dan Shanghai menguat, sementara Hang Seng dan Strait Times melemah.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka