Hong Kong (KABARIN) - Lenovo resmi memperluas langkahnya di dunia kecerdasan buatan (AI) dengan meluncurkan pusat inovasi baru di Hong Kong. Fasilitas ini berdiri di kawasan Taman Inovasi dan Teknologi Hong Kong-Shenzhen, dan menjadikan Lenovo sebagai salah satu perusahaan multinasional pertama yang membuka kantor di sana dari Zona Kerja Sama Inovasi Sains dan Teknologi Hetao Shenzhen-Hong Kong.
Wakil Presiden Eksekutif Lenovo sekaligus Presiden Lenovo Solutions & Services Group, Ken Wong, menjelaskan bahwa pusat inovasi ini bakal memanfaatkan posisi strategis Hong Kong sebagai hub internasional. Dengan dukungan jaringan global Lenovo, fasilitas ini diharapkan bisa memperluas jangkauan perusahaan ke pasar dunia.
Lenovo juga tidak berjalan sendiri. Mereka akan menggandeng berbagai mitra untuk memperkuat ekosistem teknologi, sekaligus mendorong kolaborasi antara industri, universitas, dan sektor riset.
Dalam pengembangannya, Lenovo ingin fokus pada pembinaan talenta dan inkubasi kewirausahaan. Tujuannya jelas, ikut mendorong Hong Kong menjadi pusat inovasi dan teknologi kelas dunia.
Saat acara peluncuran yang digelar Rabu (22/4), Lenovo juga memamerkan hasil kolaborasi dengan 30 mitra awal. Menariknya, sekitar setengah dari mitra tersebut bergerak di bidang AI perusahaan, automasi perkantoran, hingga layanan pengelolaan data.
Langkah Lenovo ini juga mendapat respons positif dari pemerintah Hong Kong. Sekretaris Bidang Inovasi, Teknologi, dan Industri Hong Kong, Sun Dong, menilai kehadiran Lenovo bukan sekadar ekspansi bisnis biasa.
Ia menyebut keputusan Lenovo sebagai langkah strategis yang sekaligus menunjukkan kepercayaan besar terhadap masa depan sektor teknologi di Hong Kong.
Sun juga berharap kolaborasi lintas sektor bisa terus diperkuat, terutama dalam memanfaatkan potensi besar AI untuk mendorong transformasi industri.
Dengan kehadiran pusat inovasi ini, Lenovo terlihat makin serius bermain di ranah AI global. Buat kamu yang mengikuti perkembangan teknologi, langkah ini jadi sinyal kuat bahwa persaingan di sektor AI bakal makin panas ke depannya
Sumber: Xinhua