Jakarta (KABARIN) - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menargetkan peningkatan signifikan jumlah penumpang MRT Jakarta hingga mencapai jutaan orang per hari, dengan mencontoh sistem transportasi di Shenzhen.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Pramono menyebut jumlah pengguna MRT di Shenzhen telah mencapai 10 hingga 13 juta penumpang per hari dengan total jaringan sepanjang 635 kilometer.
“Itu adalah sesuatu yang sangat luar biasa. Kalau dibandingkan Jakarta, sekarang 128 ribu penumpang per hari. Jakarta tahun depan baru bisa menyelesaikan 22 km,” kata Pramono usai bertemu dengan Shenzhen Metro Group di Guangdong, China.
Ia menegaskan bahwa Jakarta perlu banyak belajar dari pengelolaan transportasi massal di Shenzhen. Menurutnya, MRT menjadi kunci utama untuk mengurangi kemacetan di ibu kota.
“Kita harus banyak belajar dari Shenzhen Metro. Maka MRT-lah yang menjadi kata kunci untuk mengurangi kemacetan di Jakarta,” ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik per Juli 2025, jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta masih didominasi oleh Transjakarta dengan 37,6 juta penumpang. MRT Jakarta mencatat 4,3 juta penumpang, sementara LRT Jakarta mencatat 118 ribu penumpang.
Pramono berharap pengembangan jaringan MRT ke depan dapat mendorong peningkatan jumlah pengguna secara signifikan sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi.
Sumber: ANTARA