Bekasi (KABARIN) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) memastikan seluruh 240 penumpang KA Argo Bromo Anggrek dalam kondisi selamat dan sudah berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian tabrakan kereta yang juga melibatkan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4) malam.
Meski begitu, proses penanganan saat ini masih difokuskan pada penumpang KRL yang terdampak dalam insiden tersebut. Hal ini disampaikan langsung oleh Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba.
"Kami menyampaikan duka mendalam dan permohonan maaf atas kejadian ini. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik. Kami memahami kesedihan yang dirasakan keluarga, dan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan dengan baik," katanya.
Dari data sementara yang disampaikan KAI, sebanyak 38 penumpang KRL mengalami luka-luka dan sudah dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan. Beberapa fasilitas kesehatan yang menangani korban di antaranya RSUD Bekasi, Primaya Hospital Bekasi Timur, Mitra Plumbon Cibitung, dan RSU Bella Bekasi.
Sementara itu, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco juga turun langsung ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi di lapangan. Berdasarkan keterangannya, insiden yang terjadi sekitar pukul 21.00 WIB tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 29 penumpang mengalami luka-luka.
Hingga kini, proses evakuasi dan penanganan korban masih terus dilakukan, dengan koordinasi antara KAI, petugas medis, serta pihak terkait lainnya untuk memastikan seluruh penumpang terdampak mendapatkan bantuan yang dibutuhkan.
Baca juga: Korban Kecelakaan Kerta di Bekasi: 3 Meninggal, 29 Luka-luka
Baca juga: Inilah Kronologi Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur
Sumber: ANTARA