Karena Veda atau Mario sudah balap di sana, saya tentunya harus punya informasi dari mereka
Jakarta (KABARIN) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa mengaku banyak mendapatkan pelajaran berharga dari dua seniornya, Veda Ega Pratama dan Mario Suryo Aji, dalam menjalani musim balap di level internasional.
Ramadhipa menyebut pengalaman kedua pembalap tersebut sangat membantu dirinya dalam beradaptasi, terutama saat menghadapi sirkuit baru dan persaingan ketat di luar negeri.
“Karena Veda atau Mario sudah balap di sana, saya tentunya harus punya informasi dari mereka. Saya harus dapatkan informasi yang cukup dari mereka,” kata Ramadhipa dalam wawancara daring, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa masukan dari para senior sangat penting, mulai dari strategi racing line, karakter lintasan, hingga cara menghadapi situasi balapan yang dinamis.
Menurutnya, proses belajar di dunia balap tidak pernah berhenti, bahkan di sirkuit yang sudah dikenal sekalipun.
“Ilmu enggak ada batasnya. Jadi saya harus tetap bertanya, maupun di sirkuit yang saya sudah tahu pun saya meminta pendapat untuk improve di next session,” ujarnya.
Saat ini, Ramadhipa tengah menjalani musim penuh di Red Bull Rookies Cup dan juga bersiap tampil di FIM Moto3 Junior World Championship 2026. Ia menilai keberadaan Veda dan Mario menjadi motivasi tambahan karena keduanya lebih dulu merasakan kerasnya persaingan di Eropa.
Secara pribadi, Ramadhipa mengaku memiliki kedekatan dengan Mario Aji yang saat ini berkompetisi di ajang Moto2.
“Saya cukup dekat dengan Mario dan Veda. Kalau Mario, dia selalu memberikan saya semangat dan juga motivasi,” katanya.
Ia menambahkan bahwa Mario memiliki pengalaman yang luas sehingga banyak hal yang bisa dipelajari, baik dari sisi teknis maupun sikap di luar lintasan.
“Saya merasa sangat dekat dengan dia karena dia punya experience yang lebih banyak dari saya. Tentunya saya ingin belajar lebih dari dia karena saya lihat dia punya attitude yang kuat,” ujarnya.
Selain dukungan moral, Ramadhipa juga mendapat keuntungan dari sisi teknis karena adanya mekanik yang pernah menangani Veda kini turut membantu timnya. Hal ini mempermudah proses analisis data balapan.
“Datanya bisa di-compare dengan Veda juga, jadi saya bisa improve dan saya bisa melihat kekurangan saya di mana,” kata Ramadhipa.
Sebelumnya, Ramadhipa mencuri perhatian setelah meraih kemenangan perdananya di Race 2 Red Bull Rookies Cup di Sirkuit Jerez, Spanyol, yang menjadi modal penting untuk menghadapi seri berikutnya di musim ini.
Sumber: ANTARA