Jakarta (KABARIN) - Pakar transportasi publik Universitas Katolik Parahyangan (Unpar), Prof. Tri Basuki Joewono, mengajak masyarakat untuk menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) terkait kecelakaan kereta di Bekasi, Jawa Barat, yang terjadi pada Senin (27/4).
“Mari kita tunggu hasil investigasi KNKT. Semoga hasil investigasi dapat diselesaikan dan dipublikasikan dalam waktu dekat,” ujar Tri Basuki yang juga Rektor Unpar saat dihubungi dari Jakarta, Selasa.
Guru Besar Teknik Sipil Unpar itu menegaskan bahwa seluruh pihak perlu menunggu hasil resmi investigasi agar rekomendasi perbaikan pascakecelakaan dapat disusun secara tepat dan berbasis data.
“Saya menyarankan untuk menunggu hasil investigasi KNKT. Setelah itu, baru dievaluasi bersama untuk mendalami lebih jauh, dan barulah mencari alternatif-alternatif solusi,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya solusi yang tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi mampu menjawab akar permasalahan keselamatan transportasi perkeretaapian.
“Peran semua pihak untuk mendalami, lalu menyusun usulan yang komprehensif menjadi sesuatu yang penting,” ujarnya.
Sebelumnya, kecelakaan terjadi diduga berawal dari KRL relasi Bekasi–Cikarang yang menabrak taksi di perlintasan dekat Bulak Kapal, Bekasi. Insiden tersebut kemudian berlanjut ketika KRL lain berhenti di Stasiun Bekasi Timur, lalu ditabrak KA Argo Bromo Anggrek hingga sejumlah gerbong terdampak.
Polda Metro Jaya mencatat sedikitnya 15 orang meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan anggaran sekitar Rp4 triliun untuk perbaikan 1.800 titik perlintasan kereta di Pulau Jawa serta menyetujui pembangunan jalan layang di Bekasi guna meningkatkan keselamatan transportasi.
Sumber: ANTARA