Trump Klaim Iran di Ambang Runtuh, Minta Pembukaan Kembali Selat Hormuz

waktu baca 2 menit

Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran berada dalam kondisi “hampir runtuh” dan disebut telah meminta AS untuk membuka kembali Selat Hormuz secepat mungkin di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

"Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam kondisi 'nyaris runtuh'," tulis Trump di platform Truth Social, Selasa (28/4).

"Mereka ingin kami ‘membuka Selat Hormuz’ sesegera mungkin, karena mereka sedang mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka (yang saya yakini akan dapat mereka lakukan!)."

Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai komunikasi tersebut, dan hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak Iran.

Pernyataan itu muncul di tengah laporan bahwa Gedung Putih tidak puas terhadap proposal damai yang diajukan Iran terkait konflik yang sedang berlangsung, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz.

Menurut laporan The New York Times, Trump telah menerima paparan mengenai proposal tersebut dalam pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih pada Senin, mengutip sumber anonim.

Proposal Iran disebut mencakup permintaan penghentian blokade pelabuhan, perpanjangan atau permanenisasi gencatan senjata, serta pembicaraan nuklir setelah pembatasan maritim dicabut. Namun, dokumen itu tidak membahas isu program nuklir Iran yang menjadi fokus utama AS.

Sebelumnya, AS dan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran sejak 28 Februari yang menewaskan lebih dari 3.300 orang menurut otoritas Iran. Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap Israel dan aset AS di kawasan.

Kedua pihak juga sempat menyepakati gencatan senjata dua pekan pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Meski awalnya dijadwalkan berakhir pada 22 April, Trump kemudian memperpanjangnya tanpa batas waktu pada 21 April atas permintaan pihak Pakistan.

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka