DPRD DKI Nilai Lokasi Penjualan Air Keras Perlu Disidak Secara Berkala

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Anggota DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mendorong agar dilakukan inspeksi mendadak (sidak) secara rutin di lokasi-lokasi yang diduga menjual air keras secara bebas. Menurutnya, pengawasan yang berkelanjutan diperlukan untuk menekan penyalahgunaan bahan berbahaya tersebut.

"Kami mendorong pembentukan gugus tugas khusus tingkat provinsi yang terdiri dari DPRD, Pemprov, Kepolisian, BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan), dan Kementerian Perindustrian untuk melakukan operasi rutin," kata Rio di Jakarta, Rabu.

Rio menilai maraknya kasus penyiraman air keras di ibu kota menunjukkan perlunya langkah konkret untuk mengendalikan peredarannya. Ia menekankan pentingnya upaya pencegahan agar bahan tersebut tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia menjelaskan bahwa gugus tugas tersebut nantinya dapat melakukan penindakan langsung serta operasi di titik-titik yang dicurigai menjadi tempat penjualan air keras secara bebas.

"Kita juga harus melakukan operasi rutin dan sidak ke lokasi yang dicurigai menjual air keras secara bebas, serta mengevaluasi regulasi setiap tiga bulan sekali," ujar Rio.

Selain pengawasan distribusi, ia juga menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku penyiraman air keras tanpa memberi ruang bagi penyelesaian melalui restorative justice.

Menurutnya, tindakan tersebut tergolong kekerasan berat karena dapat menyebabkan cacat permanen hingga trauma jangka panjang, sehingga harus ditangani secara maksimal sesuai hukum yang berlaku.

"Pelaku juga harus diancam hukuman berat sesuai KUHP dan UU Tindak Kekerasan," tegas Rio.

Kasus penyiraman air keras sendiri bukan hal baru di Jakarta. Beberapa tokoh seperti Novel Baswedan dan Andrie Yunus pernah menjadi korban, selain masyarakat umum lainnya.

Sebelumnya, aparat kepolisian juga telah menangkap dua pelaku penyiraman air keras di kawasan Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Kedua pelaku kini masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap motif kejadian tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka