Tokyo (KABARIN) - Presiden AS Donald Trump lagi-lagi menuduh Iran atas terhambatnya perundingan untuk mengakhiri perang yang dilancarkan AS-Israel terhadap negara itu dua bulan lalu.
Trump menyebutkan di media sosial bahwa "Iran baru saja memberi tahu kami bahwa mereka dalam 'keadaan runtuh'" dan ingin Selat Hormuz dibuka kembali "sesegera mungkin."
Pernyataan itu muncul setelah Iran mengajukan usulan baru kepada AS untuk mengakhiri perang.
Juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Senin bahwa Trump dan tim keamanan nasionalnya telah meninjau usulan tersebut.
Usulan Iran itu dikabarkan berisi seruan agar Selat Hormuz dibuka kembali dan perang diakhiri, sementara perundingan terkait nuklir ditunda.
"Batasan Presiden (Trump) terkait Iran telah dibuat sangat jelas, tak hanya kepada publik Amerika tetapi juga kepada kepemimpinan Iran. Saya tak akan mengatakan mereka sedang mempertimbangkannya," kata Leavitt.
Tuntutan AS agar Iran menghentikan program pengayaan uranium menjadi salah satu poin utama dalam perundingan.
Tanpa prospek perundingan langsung, pemerintahan Trump tampak tidak merespons positif usulan terbaru dari Iran, yang dilaporkan mencakup syarat agar AS mencabut blokade ke pelabuhan Iran sebelum Iran membuka kembali selat tersebut.
Menurut komando pusat militer AS, blokade tersebut telah mengalihkan 39 kapal komersial.
AS dan Iran kesulitan mencapai kesepakatan damai sejak perundingan tingkat tinggi yang dimediasi Pakistan pada pertengahan April berakhir tanpa hasil.
Menurut CNN, para mediator memperkirakan Iran akan mengajukan usulan baru dalam beberapa hari ke depan.
Sumber: KYO