Oto

BYD Naikkan Harga ADAS, Imbas Chip Memori Makin Mahal

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Produsen otomotif asal China, BYD dilaporkan menaikkan harga sistem bantuan pengemudi canggih (ADAS) berbasis LiDAR seiring lonjakan biaya komponen memori global.

Dilaporkan Carnewschina pada Selasa waktu setempat, harga paket ADAS dengan dukungan LiDAR kini mencapai sekitar 1.660 dolar AS (sekitar Rp28 jutaan).

Kenaikan ini terutama dipicu oleh melonjaknya harga chip memori seperti DRAM dan NAND, yang menjadi komponen penting dalam pemrosesan data untuk sistem mengemudi cerdas.

Sistem ADAS modern, khususnya yang mengandalkan sensor LiDAR, membutuhkan kapasitas komputasi tinggi untuk memproses data lingkungan secara real-time.

Hal ini membuat kebutuhan terhadap memori berkecepatan tinggi meningkat signifikan, sehingga berdampak langsung pada biaya produksi.

Lonjakan harga memori global sendiri dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari berbagai sektor, termasuk kecerdasan buatan (AI), pusat data, hingga industri otomotif yang kini semakin bergantung pada sistem berbasis perangkat lunak.

BYD sebelumnya dikenal agresif dalam menekan harga kendaraan listrik melalui efisiensi produksi dan integrasi rantai pasok.

Namun, kenaikan biaya komponen inti seperti memori membuat produsen tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga, khususnya pada fitur teknologi tinggi seperti ADAS yang dikenal dengan nama "God's Eye".

Kondisi ini juga mencerminkan tantangan yang dihadapi industri kendaraan listrik dan mobil otonom secara global, di mana ketergantungan pada semikonduktor dan komponen elektronik canggih semakin besar.

Ke depan, dinamika harga komponen seperti DRAM dan NAND diperkirakan masih akan memengaruhi strategi harga produsen otomotif, terutama dalam menghadirkan fitur otonom yang lebih canggih dengan biaya yang tetap kompetitif.

Sumber: Carnewschina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka