Oto

Akio Toyoda Ungkap Kekhawatiran soal Masa Depan Mobil Listrik

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Pemimpin Dewan Direksi Toyota Motor Corporation, Akio Toyoda, mengungkapkan kekhawatiran terbesarnya terkait arah masa depan industri otomotif yang dinilai terlalu cepat beralih ke kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV.

Dalam wawancara bersama pakar otomotif Mat Watson yang dipublikasikan CarWow asal Inggris, Toyoda menyebut tren peralihan massal ke BEV sebagai hal yang membuatnya khawatir.

"Semua orang beralih ke BEV, ini adalah ketakutan terbesar saya," katanya sebagaimana dikutip dalam siaran CarWow pada Senin (8/10).

BEV atau Battery Electric Vehicle merupakan kendaraan listrik yang sepenuhnya mengandalkan baterai sebagai sumber tenaga utama.

Toyoda juga mengenang pernyataannya beberapa tahun lalu ketika ia menekankan kecintaannya terhadap mesin pembakaran internal, termasuk suara dan karakter kendaraan bermotor konvensional.

"Tiga atau empat tahun yang lalu, saya adalah satu-satunya yang mengatakan kepada media bahwa saya menyukai aroma, saya menyukai suara, dan saya menyukai mesin, dan saya ingin mempertahankan pekerjaan bagi pemasok mesin," kata Toyoda.

Ia menambahkan bahwa saat itu ia merasa berada dalam posisi yang cukup sendirian dalam pandangannya di tengah arus besar elektrifikasi industri otomotif.

"Tetapi, tampaknya saya adalah satu-satunya. Saya merasa sangat sendirian," kata pencinta mobil itu.

Meski demikian, Toyoda mengakui pentingnya pengembangan mobil ramah lingkungan dan netral karbon, namun ia menegaskan bahwa aspek emosional dan kesenangan dalam berkendara juga tetap penting.

"Mobil adalah mainan saya. Saya ingin membuat mobil yang ingin saya simpan di garasi saya. Kalau saya harus membuat mobil netral karbon saja, itu tidak menarik," katanya.

Berbeda dengan banyak pabrikan lain yang agresif beralih ke kendaraan listrik, Toyota masih menerapkan strategi bertahap. Perusahaan asal Jepang itu belum sepenuhnya fokus pada mobil listrik murni.

Hingga beberapa waktu lalu, Toyota hanya menjual model listrik bZ4X, sebelum kemudian menambah lini seperti Urban Cruiser dan bZ4X Touring dalam jumlah terbatas.

Di sisi lain, Toyota tetap mengembangkan berbagai teknologi alternatif seperti mobil hybrid, fuel cell electric vehicle atau FCEV, hingga kendaraan berbahan bakar hidrogen.

Perusahaan juga terus menyesuaikan strategi dengan regulasi emisi global tanpa meninggalkan mesin pembakaran internal sepenuhnya.

Salah satu contoh pengembangan terbaru adalah GR Yaris generasi berikutnya yang dikabarkan akan beralih ke sistem hybrid dengan kombinasi mesin baru dan motor listrik berkapasitas kecil.

Selain itu, Toyota juga tetap menghadirkan mobil sport berbahan bakar bensin, termasuk GR GT dengan mesin V8 twin turbo 4.0 liter tanpa elektrifikasi, serta rencana menghadirkan kembali model ikonik seperti MR2 dan Celica generasi baru.

Sumber: carwow, carscoops

Bagikan

Mungkin Kamu Suka