Makkah (KABARIN) - Kementerian Haji dan Umrah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi memberlakukan prosedur operasional standar (SOP) ketat berupa uji sampel makanan bagi seluruh perusahaan katering sebelum didistribusikan kepada jamaah calon haji Indonesia.
Kebijakan ini diperkuat menjelang kedatangan 12 kelompok terbang (kloter) perdana jamaah dari Madinah yang dijadwalkan tiba di Makkah pada Kamis (30/4) pukul 13.00 waktu setempat.
Kepala Daker Makkah PPIH Arab Saudi Ihsan Faisal mengatakan, pemeriksaan dilakukan setiap hari oleh Seksi Konsumsi dengan fokus pada kualitas rasa, tingkat kematangan, serta kebersihan makanan.
"Setiap kali pihak dapur itu menyediakan atau memasak makanan, nanti ada sampel yang diserahkan ke Kantor Daker untuk dites kualitas dan rasanya," ujar Ihsan di Makkah, Kamis.
Ia menegaskan langkah ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan jamaah selama menjalankan ibadah haji.
Salah satu dapur katering yang telah lolos inspeksi adalah milik Ahla Zad Company di Sektor 7 wilayah Misfalah, yang memiliki kapasitas produksi hingga 6.150 porsi dalam satu kali memasak.
Dapur tersebut disiapkan untuk memastikan distribusi makanan hangat bagi jamaah dapat berjalan lancar tiga kali sehari, yakni pagi, siang, dan malam.
Ihsan menambahkan, menu yang disajikan telah disesuaikan dengan kebutuhan gizi jamaah, termasuk perhitungan nutrisi dan takaran bahan oleh ahli gizi guna mendukung kondisi fisik di tengah cuaca ekstrem.
Ia pun mengimbau jamaah dan keluarga di Tanah Air agar tidak khawatir terkait konsumsi selama di Tanah Suci.
"Bahan-bahan pokok seperti beras sebenarnya tidak perlu dibawa, di sini sudah lengkap, bahkan sudah matang tinggal makan. Jamaah calon haji hanya diminta beristirahat dan memusatkan seluruh energi fisik pada ibadah," kata Ihsan.
Sumber: ANTARA