Moskow (KABARIN) - Amerika Serikat telah memulai proses produksi jet tempur F-35 yang dipesan Swiss, meskipun proyek tersebut masih menuai penolakan dari sejumlah kelompok aktivis di negara tersebut.
Hal itu disampaikan Kepala pengadaan pertahanan Swiss, Urs Loher, dalam sebuah wawancara yang dipublikasikan pada Senin.
Sebelumnya, pada akhir April, surat kabar Tribune de Genève melaporkan adanya petisi dari kelompok aktivis di Swiss yang menentang pembelian F-35 dari AS.
Penolakan itu muncul karena biaya pengadaan yang dinilai meningkat dari kesepakatan awal serta anggapan bahwa pesawat tersebut tidak sepenuhnya sesuai kebutuhan pertahanan Swiss dan terlalu mahal.
“Produksi telah dimulai, bertentangan dengan klaim para penentang pembelian … Delapan pesawat pertama dijadwalkan dikirim tahun depan sesuai rencana,” kata Loher kepada Neue Zürcher Zeitung (NZZ).
Swiss sebelumnya telah menandatangani kontrak pembelian 30 unit F-35A dengan Amerika Serikat, dengan jadwal pengiriman antara 2027 hingga 2030.
Loher juga menyebutkan bahwa Swiss idealnya membutuhkan 55 hingga 70 pesawat untuk membangun kekuatan udara yang memadai. Karena itu, ia mengusulkan agar jet tempur F/A-18 yang masih aktif tetap digunakan untuk sementara waktu sebagai penopang kemampuan udara negara tersebut.
Sumber: SPU