Pengamat: Gelombang Elektromagnetik Rel Kereta Tak Cukup Kuat Matikan Mesin Mobil

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai secara ilmiah kecil kemungkinan kendaraan mengalami mati mesin akibat pengaruh gelombang elektromagnetik dari rel kereta api.

Menurutnya, medan elektromagnetik yang muncul di sekitar rel tidak cukup kuat untuk memengaruhi kinerja mesin kendaraan berbahan bakar maupun kendaraan listrik.

“Dari beberapa pihak menyebutkan gelombang elektromagnetik yang terjadi di rel kereta sebetulnya tidak cukup kuat untuk mematikan mesin ICE, apalagi menonaktifkan BEV,” ujar Bebin saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Pernyataan itu disampaikan menanggapi dua insiden kecelakaan antara kereta api dan mobil yang terjadi dalam sepekan terakhir di Bekasi Timur dan Grobogan, di mana kendaraan dilaporkan mati mesin saat melintasi perlintasan sebidang.

Bebin menilai fenomena tersebut masih perlu dikaji lebih lanjut karena secara ilmiah belum terbukti adanya hubungan langsung antara sistem rel kereta dan matinya mesin kendaraan.

“Jadi apa yang sebetulnya terjadi terasa aneh karena secara ilmiah tidak terbukti,” katanya.

Ia menekankan bahwa penyebab kejadian tidak bisa disimpulkan tanpa bukti teknis yang jelas, sehingga perlu kehati-hatian dalam menarik kesimpulan.

Lebih jauh, ia menyoroti persoalan keselamatan di perlintasan sebidang yang masih menjadi titik rawan kecelakaan, terutama di kawasan padat penduduk.

“Yang jelas perlintasan sebidang sebaiknya sudah ditiadakan di tempat-tempat yang padat penduduknya,” ujarnya.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka