KPK: Kasus Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Whoosh Masih Tahap Penyelidikan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyatakan penanganan dugaan tindak pidana korupsi pada proyek kereta cepat Jakarta–Bandung atau Whoosh di lingkungan PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) masih berada pada tahap penyelidikan.

"Terkait dengan kereta cepat Whoosh, saat ini prosesnya masih di penyelidikan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Jakarta, Selasa.

Saat ditanya mengenai alasan kasus tersebut belum naik ke tahap penyidikan meski sudah berjalan sejak awal 2025, Budi menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan manajemen penanganan perkara di lembaga antirasuah tersebut.

"Ini manajemen penanganan perkara saja karena memang saat ini banyak perkara yang sedang ditangani oleh KPK," jelasnya, seraya menambahkan bahwa sejumlah kegiatan penyelidikan lain juga tengah berlangsung, termasuk operasi tangkap tangan di beberapa daerah.

Meski demikian, ia menegaskan penyelidikan dugaan korupsi proyek Whoosh masih terus berjalan. "Penyelidikan ini masih terus berprogres. Beberapa hal juga dilakukan oleh kawan-kawan penyelidik," katanya.

Sebelumnya, mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam video di kanal YouTube pribadinya pada 14 Oktober 2025 menyebut adanya dugaan penggelembungan anggaran atau mark up dalam proyek tersebut.

"Menurut perhitungan pihak Indonesia, biaya per satu kilometer kereta Whoosh itu 52 juta dolar Amerika Serikat. Akan tetapi, di China sendiri, hitungannya 17-18 juta dolar AS. Naik tiga kali lipat," kata Mahfud MD.

Ia juga mempertanyakan selisih biaya tersebut dan meminta hal itu ditelusuri lebih lanjut.

Menanggapi hal itu, KPK sempat meminta Mahfud MD untuk membuat laporan resmi. Mahfud kemudian menyatakan kesiapannya untuk dimintai keterangan terkait dugaan tersebut.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka