Mensos Berencana Temui KPK untuk Minta Masukan soal Pengadaan Sekolah Rakyat

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri Sosial Saifullah Yusuf berencana menemui pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi untuk membahas proses pengadaan barang di program Sekolah Rakyat.

Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung Kamis dan merupakan inisiatif langsung dari Saifullah. Ia ingin mendapatkan masukan dari KPK agar proses pengadaan bisa semakin akuntabel.

"Saya yang minta waktu karena itu ada, katakanlah, menurut saya pendapat yang patut didengarkan dari KPK," katanya di Jakarta.

Dalam audiensi nanti, Kemensos akan memaparkan seluruh data dan tahapan pengadaan, termasuk soal sepatu siswa yang sempat ramai dibicarakan di media sosial.

"Jadi, pendapatnya KPK sangat kami dengarkan dan kami akan tindak lanjuti untuk supaya lebih tahu," tuturnya.

Saifullah menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan selama ini sudah berjalan sesuai aturan, mulai dari survei harga pasar hingga mekanisme lelang terbuka.

Untuk kebutuhan siswa, setiap anak mendapatkan empat pasang sepatu, yakni sepatu harian, olahraga, Pakaian Dinas Harian, dan Pakaian Dinas Lapangan.

Berdasarkan data, harga sepatu PDL memiliki pagu Rp700 ribu dengan realisasi lelang Rp640 ribu. Sementara sepatu harian untuk SMP dan SMA berada di angka Rp300 ribu dari pagu Rp500 ribu, serta Rp250 ribu untuk jenjang SD.

Ia juga kembali meluruskan isu yang sempat viral terkait foto pembagian sepatu. Dalam gambar tersebut, sepatu yang dibagikan merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur oleh Khofifah Indar Parawansa, bukan dari pengadaan Kementerian Sosial.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka