Bahlil Resmi Lantik 19 Pejabat Tinggi Pratama Kementerian ESDM

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia melakukan perombakan besar di jajaran pejabat eselon II dengan melantik 19 pejabat tinggi pratama. Langkah ini dilakukan untuk mempercepat kinerja sekaligus menyegarkan organisasi di lingkungan kementerian.

“Kami hari ini melakukan pelantikan dalam rangka reorganisasi, dalam rangka penyehatan, dan mencari formulasi tim yang lebih cepatlah,” ujar Bahlil di Jakarta.

Perubahan ini mencakup sejumlah unit strategis, mulai dari Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, hingga SKK Migas.

Menurut Bahlil, perombakan ini penting untuk mengejar target besar yang telah ditetapkan Presiden Prabowo Subianto di sektor energi dan sumber daya mineral.

“Karena target dari Bapak Presiden sangat besar kepada kita, jadi kita melakukan percepatan dengan membuat perubahan,” katanya.

Sejumlah posisi strategis yang diisi antara lain Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, hingga Direktur Energi Terbarukan dan Bioenergi. Selain itu, ada juga penempatan pejabat baru di bidang panas bumi, konservasi energi, serta pengelolaan sumber daya geologi.

Perombakan ini diharapkan bisa memperkuat koordinasi antarunit sekaligus meningkatkan efektivitas pelaksanaan program, terutama di sektor energi yang tengah didorong untuk lebih efisien dan berkelanjutan.

Dengan komposisi baru ini, Kementerian ESDM menargetkan akselerasi program strategis bisa berjalan lebih cepat dan berdampak langsung pada ketahanan energi nasional.

Berikut 19 pejabat tinggi di lingkungan Kementerian ESDM yang dilantik pada hari ini:

Dr. Erick Hutrindo menjadi Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi, dari sebelumnya Widyaiswara Ahli Madya pada Badan Pengembangan SDM ESDM.

Rakhmawati menjadi Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara, dari sebelumnya Perencana Ahli Madya pada Inspektorat Jenderal ESDM.

Joko Hadi Wibowo menjadi Direktur Teknik dan Lingkungan Migas, dari sebelumnya Inspektur Migas Ahli Madya pada Ditjen Migas.

Totoh Abdul Fatah menjadi Sekretaris Ditjen Minerba, dari sebelumnya Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara.

Dr. Asep Kurnia Permana menjadi Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara, dari sebelumnya Penyelidik Bumi Ahli Madya pada Badan Geologi.

Dr. Ir. Hendra Iswahyudi menjadi Direktur Penerimaan Mineral dan Batubara, dari sebelumnya Direktur Konservasi Energi pada Ditjen EBTKE.

Dr. Priatin Hadi Wijaya menjadi Direktur Panas Bumi, dari sebelumnya Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi.

Noor Arifin Muhammad menjadi Direktur Bioenergi, dari sebelumnya Direktur Teknik dan Lingkungan Migas.

Gigih Udi Atmo menjadi Direktur Konservasi Energi, dari sebelumnya Direktur Panas Bumi.

Tony Susandy menjadi Direktur Energi Terbarukan, dari sebelumnya Analis Kebijakan Ahli Madya pada Ditjen EBTKE.

Ryllo Ashuri Panay menjadi Direktur Penanganan Aset Barang Bukti, dari sebelumnya Sekretaris KPU Provinsi Papua.

Ir. Yunus Saefulhak menjadi Inspektur II, dari sebelumnya Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan pada DEN.

Dr. Siti Sumilah Rita Susilawati menjadi Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, dari sebelumnya Sekretaris Ditjen Minerba.

Surya Herjuna menjadi Kepala Balai Besar Survei dan Pemetaan Geologi Kelautan, dari sebelumnya Direktur Pembinaan Pengusahaan Batubara.

Ir. Edi Wibowo menjadi Kepala Pusat Pengembangan SDM Ketenagalistrikan, EBTKE, dan Konservasi Energi, dari sebelumnya Direktur Bioenergi.

Bayu Nugroho menjadi Kepala Pusat Pengembangan SDM Geologi, Mineral, dan Batubara, dari sebelumnya Inspektur Ketenagalistrikan Ahli Madya.

Sumartono menjadi Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan pada DEN, dari sebelumnya Kepala Pusat Pengelolaan Barang Milik Negara.

Chrisnawan Anditya menjadi Direktur Bahan Bakar Minyak pada BPH Migas, dari sebelumnya Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi ESDM pada Sekretariat Jenderal KESDM.

Widyantoro menjadi Deputi Eksploitasi pada SKK Migas, dari sebelumnya Kepala Divisi Pengeboran dan Sumuran pada SKK Migas.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka