Bhyangkara Catatkan Sejarah Baru dengan Menjuarai Piala Asia Voli 2026

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Jakarta Bhayangkara Presisi sukses mencetak sejarah baru setelah keluar sebagai juara AVC Men’s Champions League 2026 atau Piala Asia Voli Putra 2026. Dalam laga final yang berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat, Minggu, Bhayangkara menaklukkan wakil Iran, Foolad Sirjan Iranian, dengan skor 3-1 (25-20, 24-26, 25-23, 25-23).

Kemenangan ini terasa spesial karena Bhayangkara menjadi klub Indonesia pertama yang berhasil menjuarai kompetisi voli level Asia. Tidak cuma itu, hasil tersebut juga memastikan Farhan Halim dan kawan-kawan lolos ke Piala Dunia Voli Putra 2026.

Sejak awal pertandingan, Bhayangkara langsung tampil panas. Trio pemain bintang dunia yakni Noumory Keita, Robertlandy Simon Aties, dan Rok Mozic jadi motor permainan tim asal Indonesia tersebut.

Tim asuhan Reidel Alfonso Gonzalez Toiran langsung tancap gas pada set pertama. Bhayangkara sempat unggul 4-1 dan terus menjaga momentum hingga technical time out pertama dengan skor 8-5.

Serangan agresif yang dibangun Bhayangkara bikin Foolad kesulitan mengembangkan permainan. Jarak poin sempat melebar menjadi 16-11 sebelum akhirnya Bhayangkara menutup set pertama dengan kemenangan 25-20.

Masuk set kedua, pertandingan berubah jauh lebih sengit. Kedua tim saling balas serangan dan bergantian memimpin dengan margin tipis.

Bhayangkara sebenarnya sempat menjauh saat unggul 20-18. Namun, Foolad mampu bangkit dan menyamakan skor menjadi 20-20. Duel ketat terus berlanjut hingga memasuki fase deuce.

Di momen krusial, Foolad berhasil mencuri dua poin penting untuk merebut set kedua dengan skor 26-24 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Set ketiga kembali berjalan panas. Bhayangkara sempat memimpin 9-6, tetapi Foolad langsung membalas dengan poin beruntun hingga skor kembali imbang 9-9.

Setelah itu, pertandingan berubah jadi adu mental. Kedua tim terus saling kejar angka tanpa ada yang benar-benar menjauh. Saat skor sama kuat 23-23, tensi pertandingan makin terasa.

Namun, ketenangan Bhayangkara di poin-poin kritis jadi pembeda. Mereka sukses mencetak dua angka beruntun untuk menutup set ketiga dengan kemenangan 25-23.

Drama terbesar terjadi pada set keempat. Foolad tampil lebih agresif dan langsung unggul 4-1. Bhayangkara sempat kehilangan ritme permainan sebelum akhirnya bangkit dan menyamakan skor menjadi 5-5.

Setelah menemukan momentum, Bhayangkara mulai kembali mengontrol permainan. Mereka sempat unggul 11-7, tetapi Foolad terus memberikan tekanan hingga skor kembali imbang 16-16.

Memasuki poin-poin akhir, pertandingan makin menegangkan. Foolad bahkan sempat membalikkan keadaan dan unggul 21-20, membuat Bhayangkara berada di bawah tekanan besar.

Meski begitu, mental juara Bhayangkara benar-benar terlihat di momen penentuan. Farhan Halim dan rekan-rekannya tetap tenang untuk mengejar poin demi poin hingga skor kembali imbang 22-22.

Pada fase akhir laga, Bhayangkara tampil lebih efektif dalam memanfaatkan peluang. Mereka akhirnya unggul 24-23 sebelum sebuah service ace dari Keita memastikan kemenangan sekaligus mengakhiri pertandingan dengan skor 25-23 di set keempat.

Kemenangan ini bukan cuma soal trofi, tapi juga jadi pencapaian bersejarah bagi voli Indonesia di level Asia.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka