Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial
Jakarta (KABARIN) - Wakil Ketua DPN Tani Merdeka Indonesia, Aiman Adnan, menilai arah kebijakan ekonomi Presiden Prabowo Subianto sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945 yang menekankan prinsip kekeluargaan dan keadilan sosial dalam sistem perekonomian nasional.
“Kami melihat arah ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945, yaitu ekonomi yang dibangun dengan semangat kebersamaan, gotong royong, dan keadilan sosial,” kata Aiman, dikutip dari keterangan resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Kamis di Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam aksi damai yang digelar Tani Merdeka Indonesia bersama Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5). Aksi itu diikuti sekitar tiga ribu peserta yang terdiri dari petani, pedagang pasar, pelaku UMKM, nelayan, mahasiswa, serta organisasi masyarakat dari berbagai daerah.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo Subianto sempat menyapa para peserta aksi setelah menghadiri Rapat Paripurna DPR RI. Saat melintas di kawasan Kompleks Parlemen, Presiden melambaikan tangan kepada massa aksi yang merespons dengan antusias.
Aiman menekankan bahwa pembangunan ekonomi nasional harus memberikan keberpihakan kepada kelompok masyarakat kecil seperti petani, pedagang pasar, nelayan, dan pelaku UMKM agar memiliki kesempatan yang setara untuk berkembang.
“Bagi kami, ekonomi Indonesia tidak boleh hanya menguntungkan kelompok besar atau segelintir orang. Petani, pedagang pasar, nelayan, UMKM, dan masyarakat kecil harus mendapat perhatian dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa aksi tersebut menjadi wadah untuk menyuarakan berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi masyarakat kecil, sekaligus mendukung penguatan ekonomi kerakyatan.
Menurut Aiman, Tani Merdeka Indonesia dan APPSI turut mendukung upaya pemerintah dalam memberantas praktik ekonomi yang merugikan masyarakat, seperti monopoli, kartel, dan manipulasi harga.
Selain itu, mereka juga mendorong penguatan koperasi dan ekonomi desa guna memperluas akses permodalan serta pemasaran bagi petani dan pedagang pasar. Kelompok ini juga meminta penguatan perlindungan harga hasil pertanian, perbaikan distribusi pangan, serta penguatan pasar rakyat.
Aiman menegaskan bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berlandaskan nilai-nilai Pancasila, terutama keadilan sosial, persatuan, dan kemanusiaan, demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Sumber: ANTARA