Lapas Narkotika Jakarta Latih Para Napi untuk Ternak Ayam dan Jahit

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Jakarta melatih narapidana (warga binaan pemasyarakatan) untuk beternak ayam petelur dan menjahit pakaian guna meningkatkan keterampilan sebagai modal setelah bebas nanti.

"Mereka (warga binaan) tidak hanya memperoleh keterampilan kerja, tetapi juga membangun kembali rasa percaya diri dan harapan untuk memulai kehidupan yang lebih baik setelah bebas nanti," kata Kepala Lapas Narkotika Jakarta Syarpani dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Dia menjelaskan pembinaan kemandirian warga binaan itu merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan.

Melalui program pembinaan tersebut, Lapas Narkotika Jakarta juga bermitra dengan pihak swasta agar narapidana yang sudah terlatih tersebut dapat ditampung. Salah satunya, peternakan ayam dilaksanakan bekerja sama dengan PT Pancanaka Nusantara Jaya.

"Lapas adalah tempat pembinaan. Salah satunya pembinaan kemandirian, bagaimana setelah mereka bebas nanti ada yang menampung dengan kami bermitra sehingga diharapkan warga binaan itu berdaya setelah bebas," ujarnya.

Syarpani mengatakan dalam pelatihan itu, warga binaan dilatih mengelola peternakan sekaligus menanamkan nilai tanggung jawab, disiplin, dan kerja sama.

Selain mendapatkan keterampilan kerja, para warga binaan juga memperoleh premi dari hasil kegiatan produksi yang dapat menjadi tabungan dan bekal setelah bebas nanti.

Melalui program pembinaan kemandirian itu, Lapas Narkotika Jakarta mengharapkan warga binaan dapat kembali ke masyarakat dengan kemampuan dan semangat baru yang menjalani kehidupan yang lebih baik.

MT, salah satu warga binaan berinisial mengaku mendapatkan banyak pengalaman baru selama mengikuti pembinaan tersebut.

"Saya mendapat pelajaran yang sangat membuat saya bangga. Selain diajarkan cara membudidayakan ayam, kami diajarkan untuk bertanggung jawab, jujur, loyalitas, dan bekerja sama dengan baik," kata MT.

MT mengaku awalnya enggan menjalani kegiatan tersebut, namun seiring waktu mulai menikmati pekerjaannya dan berharap dapat melanjutkan usaha peternakan setelah bebas nanti.

"Kalau ada rezekinya, Insyaallah ingin beternak seperti ini," ujarnya.

Selain itu, Lapas Narkotika Jakarta juga mengembangkan pembinaan di bidang garmen yang bekerja sama dengan Yayasan Qudwah Al Barosiyah dan PT Sentosa Garmindo Pratama. Warga binaan mendapat pelatihan menjahit dan produksi pakaian dengan bahan serta pendampingan yang disediakan oleh pihak ketiga.

MF, salah satu warga binaan mengikuti pembinaan garmen mengaku memilih bidang tersebut karena ingin memiliki keterampilan baru.

"Mungkin yang dulunya saya dikenal sebagai penjahat, sekarang jadi penjahit," ujar MF.

Untuk mendapatkan skil menjahit, MF memulainya dari nol, pengalaman menjahit baju seragam dan pakaian dinas tersebut tidaklah mudah. Namun, pengalaman tersebut justru menjadi pelajaran berharga selama menjalani pembinaan di dalam lapas.

Program garmen Lapas Narkotika Jakarta saat ini telah menerima berbagai pesanan pakaian dan seragam, termasuk pesanan seragam warga binaan dari lapas dan rutan dari berbagai daerah serta perusahaan swasta.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka