Jakarta (KABARIN) - Pembalap muda Indonesia Muhammad Kiandra Ramadhipa memetik banyak pelajaran berharga dari debutnya pada Kejuaraan Dunia Moto3 Junior di Sirkuit Barcelona-Catalunya, Spanyol, setelah mampu meraih podium pada race pertama dan kembali bersaing di grup depan pada race kedua.
Pembalap binaan PT Astra Honda Motor (AHM) yang memperkuat Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu mengatakan hasil pada putaran pembuka, akhir pekan lalu itu menjadi modal penting untuk menghadapi putaran berikutnya di Estoril, Portugal.
“Pada Race 2 saya kembali bertarung untuk kemenangan, jadi ada banyak hal positif yang bisa kami ambil dari akhir pekan ini. Saya yakin kami bergerak ke arah yang tepat dan akan kembali lebih kuat di Estoril,” kata Ramadhipa dalam keterangan resmi di Jakarta, Senin.
Ramadhipa menutup akhir pekan debutnya dengan finis ketiga pada race pertama dan menempati posisi keenam pada race kedua. Hasil itu membuat pembalap asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta tersebut berada di posisi kedua klasemen sementara Moto3 Junior World Championship 2026 dengan koleksi 26 poin.
Pada race pertama, Ramadhipa yang start dari posisi ketiga mampu bersaing di rombongan depan dalam balapan yang berlangsung dengan suhu lintasan mendekati 40 derajat Celcius.
Pembalap bernomor 32 itu beberapa kali terlibat persaingan ketat dan sempat memimpin balapan pada lap terakhir. Ramadhipa kemudian menyentuh garis finis di posisi kelima dengan selisih 0,144 detik dari pemenang lomba.
Namun, penalti yang diterima pembalap lain yakni Carlos Cano dari CFMoto Aspar Junior Team dan Guillem Planques dari Momoven Racing setelah balapan membuat posisi Ramadhipa naik ke urutan ketiga sehingga ia berhak atas podium perdana pada debutnya di Moto3 Junior World Championship.
“Pada Race 1 saya mencoba menjaga ban semaksimal mungkin karena ini adalah balapan Moto3 pertama. Saya membuat sedikit kesalahan di lap terakhir, tetapi akhirnya beruntung bisa meraih podium,” ujar Ramadhipa.
Pada race kedua, Ramadhipa kembali menunjukkan konsistensi meski harus menghadapi temperatur lintasan yang lebih tinggi hingga mendekati 50 derajat Celcius.
Pembalap berusia 16 tahun itu sempat berada dalam persaingan kemenangan sebelum akhirnya menyelesaikan balapan di posisi keenam dengan selisih kurang dari 0,3 detik dari pemenang Giulio Pugliese dari CFMoto Aspar Junior Team.
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM Andy Wijaya mengatakan pencapaian Ramadhipa menjadi bukti bahwa pembinaan balap berjenjang yang dijalankan Astra Honda mampu mengantarkan pembalap muda Indonesia bersaing di level internasional.
“Hasil yang bagus bagi Ramadhipa pada debutnya di Moto3 Junior World Championship. Hasil ini menunjukkan bahwa proses pembinaan balap berjenjang yang dijalankan Astra Honda mampu mengantarkan pembalap muda Indonesia bersaing di level internasional,” ujar Andy.
Andy berharap penampilan Ramadhipa makin meningkat pada putaran berikutnya dan dapat menjadi inspirasi bagi pembalap muda Indonesia lainnya.
Moto3 Junior World Championship 2026 akan berlanjut ke putaran kedua di Circuito do Estoril, Portugal pada 12-14 Juni.
Baca juga: Ramadhipa Naik ke Posisi Kedua Moto3 Junior Usai Revisi Catalunya
Sumber: ANTARA