Transjakarta Targetkan Transformasi Besar Layanan pada 2027

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Transjakarta menargetkan transformasi layanan dan operasional pada 2027 lewat digitalisasi, penguatan tata kelola perusahaan, hingga pengembangan program berbasis keberlanjutan.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza mengatakan perusahaan tengah menyiapkan berbagai langkah pembaruan agar layanan transportasi publik di Jakarta semakin efisien dan modern.

“Fokus pada transformasi layanan dan operasional melalui digitalisasi dan penguatan tata kelola perusahaan,” kata Welfizon dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Selain digitalisasi, Transjakarta juga akan memaksimalkan pemanfaatan aset fisik dan nonfisik milik perusahaan. Sejumlah program yang disiapkan di antaranya Open Top Tour of Jakarta, Jakarta Skyfan Run, hingga pengembangan halte-halte ikonik.

“Program yang akan kami lakukan adalah optimalisasi pemanfaatan aset fisik dan nonfisik,” ujar Welfizon.

Langkah transformasi tersebut juga menjadi respons atas dorongan Komisi C DPRD DKI Jakarta yang meminta Transjakarta menghadirkan inovasi baru untuk mengurangi ketergantungan terhadap subsidi APBD.

Ketua Komisi C Dimaz Raditya mengatakan subsidi untuk Transjakarta saat ini mencapai sekitar Rp4,2 triliun. Karena itu, pihaknya meminta jajaran direksi mencari sumber pemasukan tambahan tanpa mengurangi kualitas layanan bagi masyarakat.

“Saya memberikan tantangan kepada direktur utama Transjakarta untuk menyampaikan ide atau program yang baik untuk mengurangi angka subsidi yang sampai sekarang masih besar,” tutur Dimaz.

Menurut dia, strategi pendapatan non-tiket atau non-farebox perlu diperkuat agar operasional Transjakarta tidak sepenuhnya bergantung pada dana subsidi pemerintah daerah.

“Pengurangan subsidi itu harus tanpa mengurangi manfaat kepada masyarakat, sehingga masyarakat juga tidak terbebani,” ungkap Dimaz.

Ia juga menilai opsi kenaikan tarif masih perlu dikaji secara hati-hati mengingat kondisi ekonomi masyarakat belum sepenuhnya pulih. Menurutnya, wacana tersebut bukan keputusan final, melainkan salah satu alternatif untuk menekan beban subsidi.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka