Ryad Merhy Tundukkan Kevin Lerena untuk Kuasai Kelas Bridge WBC

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Petinju Ryad Merhy sukses menundukkan Kevin Lerena melalui keputusan bulat untuk kuasai kelas bridge (90,7 kg-101,6 kg) World Boxing Council (WBC) dalam pertarungan di Charleroi, Belgia.

"Merhy meraih kemenangan terbesar dalam karier profesionalnya dengan mengalahkan Kevin Lerena melalui keputusan bulat dengan skor 117–111, 116–112, 115–113," demikian laporan laman resmi WBC yang dipantau di Jakarta, Selasa.

Bertarung di hadapan publik sendiri di Belgia, Merhy tampil disiplin sejak ronde pembuka. Petinju berjuluk "The Bruzz" itu menerapkan tekanan yang konsisten dengan kombinasi pukulan lurus dan hook kanan yang beberapa kali mampu menembus pertahanan Lerena. Strategi tersebut membuat juara bertahan asal Afrika Selatan kesulitan mengembangkan ritme terbaiknya sepanjang laga.

Lerena, yang sebelumnya pernah mengalahkan Merhy pada pertemuan pertama mereka di Afrika Selatan pada 2023, mencoba memanfaatkan keunggulannya dalam kecepatan tangan dan pergerakan kaki. Namun, pada duel ulang kali ini, Merhy terlihat lebih siap secara taktik dan mampu menjaga jarak tempur dengan lebih efektif dibanding pertemuan sebelumnya.

Lerena beberapa kali sukses mendaratkan jab cepat untuk menjaga jarak, tetapi Merhy mampu membalas dengan pukulan yang lebih keras dan akurat. Dukungan penuh dari penonton tuan rumah juga memberi tambahan motivasi bagi petinju Belgia tersebut untuk terus menekan lawannya.

Pada ronde pertengahan, tempo laga meningkat. Kedua petinju saling bertukar pukulan dalam sejumlah momen sengit di tengah ring. Lerena sempat mencoba mengambil alih kendali dengan kombinasi cepat ke arah kepala dan tubuh, tetapi Merhy tetap tenang dan disiplin menjalankan rencana pertandingannya. Ia lebih efektif dalam memilih momen menyerang untuk mendapatkan beberapa pukulan bersih.

Memasuki ronde kesembilan hingga kesebelas, stamina Lerena mulai terlihat menurun akibat tekanan konstan yang diberikan Merhy. Petinju Belgia itu terus maju sambil memaksa Lerena bertahan di dekat tali ring. Walaupun Lerena masih mampu memberikan perlawanan dan bertahan dari gempuran lawannya, ia mulai kehilangan momentum pada fase-fase krusial pertandingan.

Ronde ke-12 berlangsung dramatis dengan kedua petinju berusaha memberikan penampilan terbaik hingga detik terakhir. Merhy tetap agresif dan terus melepaskan pukulan kombinasi, sementara Lerena mengandalkan pengalaman serta daya tahannya untuk bertahan sampai bel akhir berbunyi.

Setelah dua belas ronde berakhir, ketiga juri memberikan kemenangan mutlak kepada Merhy. Hasil tersebut sekaligus menandai keberhasilan Merhy membalas kekalahannya dari Lerena pada duel pertama mereka tiga tahun lalu.

Kemenangan ini membuat Ryad Merhy resmi menjadi juara dunia baru divisi bridgerweight WBC sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu petinju terbaik Belgia saat ini. Sebelumnya, Merhy juga pernah menyandang gelar WBA kelas cruiserweight dan dikenal sebagai petinju dengan daya pukul kuat.

Merhy kini membukukan rekor profesional 36 kemenangan, termasuk 29 kemenangan KO, serta tiga kekalahan. Sementara itu, Kevin Lerena harus menerima kekalahan kelima dalam karier profesionalnya, dengan catatan 31 kemenangan dan 15 kemenangan KO. Kekalahan ini juga mengakhiri masa kekuasaannya sebagai juara dunia kelas bridgerweight WBC.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka