Profil Grup E, Kebangkitan Jerman hingga Penampilan Perdana Curacao

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Grup E Piala Dunia 2026 bakal menghadirkan persaingan antara kekuatan tradisional Eropa yang membawa misi kebangkitan dengan tim tangguh Amerika Selatan, raksasa Afrika, hingga debutan bersejarah dari kawasan Karibia.

Berdasarkan laporan FIFA dalam laman resminya yang dipantau di Jakarta, Jumat, Grup E diisi oleh Jerman, Ekuador, Pantai Gading, dan debutan Curaçao.

Jerman datang ke panggung sepak bola antarnegara terbesar di dunia kali ini dengan tekanan besar setelah gagal bersinar pada dua edisi Piala Dunia sebelumnya. Juara dunia empat kali itu tersingkir dari persaingan di fase grup pada tahun 2018 dan 2022.

Kali ini, tim asuhan Julian Nagelsmann membawa misi kebangkitan dengan kekuatan baru yang mengandalkan kombinasi pemain muda dan senior seperti Florian Wirtz, Jamal Musiala, Kai Havertz, hingga Antonio Rudiger.

Kedalaman skuad dan pengalaman turnamen besar membuat Der Panzer tetap diunggulkan memimpin persaingan grup.

Jerman akan mengawali perjalanan menghadapi Curaçao sebelum menjalani dua laga penting melawan Pantai Gading dan Ekuador yang diprediksi menjadi duel penentu juara grup.

Ekuador hadir sebagai ancaman serius karena menjadi salah satu tim tangguh dari Amerika Selatan yang sedang berkembang pesat. Tim berjuluk La Tri itu tampil impresif sepanjang kualifikasi CONMEBOL dengan pertahanan yang disiplin dan permainan cepat saat melakukan serangan balik.

Kekuatan Ekuador terletak pada keseimbangan lini tengah dan pertahanan yang solid. Mereka diperkuat pemain-pemain seperti Moises Caicedo, Willian Pacho, dan Piero Hincapie yang tampil reguler di kompetisi elite Eropa.

Ekuador juga memiliki catatan pertahanan yang sangat baik selama babak kualifikasi. FIFA mencatat mereka hanya kebobolan dua gol dalam 12 pertandingan terakhir setelah ditangani pelatih Sebastian Beccacece.

Sementara itu, Pantai Gading datang sebagai raksasa Afrika dengan kekuatan fisik dan pengalaman empat kali tampil di Piala Dunia.

Tim asal Afrika Barat itu lolos dengan catatan impresif setelah menjuarai grup kualifikasi CAF tanpa kekalahan.

Skuad Pantai Gading diperkuat banyak pemain yang berkarier di Eropa seperti Franck Kessie, Amad Diallo, Nicolas Pepe, dan Ibrahim Sangare. Kombinasi fisik kuat, kecepatan, dan agresivitas membuat mereka berpotensi menjadi ancaman serius bagi lawan-lawannya di Grup E.

Laga melawan Ekuador pada pertandingan pertama diperkirakan sangat menentukan peluang mereka untuk lolos ke fase gugur. Jika mampu meraih hasil positif, Pantai Gading bisa menjadi salah satu kuda hitam turnamen.

Salah satu cerita menarik di Grup E datang dari Curaçao. Negara kecil di kawasan Karibia itu untuk pertama kalinya lolos ke putaran final Piala Dunia. FIFA menyebut Curaçao sebagai negara terkecil dalam sejarah, dengan populasi sekitar 150.000 jiwa, yang berhasil menembus putaran final Piala Dunia.

Mayoritas pemain Curaçao memiliki latar belakang Belanda dan bermain di kompetisi Eropa. Nama-nama seperti Tahith Chong, Leandro Bacuna, dan Armando Obispo menjadi andalan tim asuhan Dick Advocaat tersebut.

Meski tidak difavoritkan lolos, Curaçao bisa saja memberikan kejutan dan mempersulit tim-tim besar dengan permainan disiplin serta semangat tanpa beban.

Di Grup E, Jerman memang menjadi unggulan. Namun, persaingan memperebutkan tiket ke babak gugur diperkirakan berlangsung ketat karena Ekuador dan Pantai Gading memiliki kualitas yang cukup untuk menantang dominasi tim Eropa tersebut.

Jadwal pertandingan Grup E Piala Dunia 2026:

- 15 Juni (00.00 WIB): Jerman lawan Curaçao
- 15 Juni (06.00 WIB): Pantai Gading lawan Ekuador
- 21 Juni (02.00 WIB): Jerman lawan Pantai Gading
- 21 Juni (05.00 WIB): Ekuador lawan Curaçao
- 26 Juni (03.00 WIB): Ekuador lawan Jerman
- 26 Juni (06.00 WIB): Curaçao lawan Pantai Gading

Baca juga: 5 Pemain yang Jadi Sorotan di Grup E Piala Dunia 2026

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka