Mau Mendaki Gunung? Ini Hal-Hal Penting yang Wajib Kamu Perhatikan

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Mendaki gunung menjadi salah satu aktivitas wisata alam yang semakin digemari, terutama oleh kalangan anak muda. Namun sebelum memulai perjalanan menuju puncak, ada sejumlah hal penting yang perlu dipersiapkan demi menjaga keselamatan selama pendakian, terutama jika tujuanmu adalah gunung berapi aktif.

Kementerian Pariwisata mengingatkan bahwa bekal pengetahuan dan persiapan yang matang menjadi faktor penting sebelum melakukan pendakian. Salah satu langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mencari tahu status aktivitas gunung yang akan didaki.

Wisatawan dan pendaki disarankan memeriksa kondisi terkini gunung berapi melalui aplikasi MAGMA Indonesia yang dikembangkan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG). Aplikasi tersebut menyediakan informasi terbaru mengenai aktivitas vulkanik di berbagai gunung di Indonesia.

Jika status gunung menunjukkan kondisi yang tidak aman untuk aktivitas pendakian, wisatawan diminta untuk mengurungkan niat mendaki dan menunggu hingga situasi dinyatakan aman oleh pihak berwenang.

Apabila kondisi gunung masih memungkinkan untuk didaki, pendaki tetap harus mematuhi seluruh aturan yang berlaku, termasuk memahami batas zona aman dan zona berbahaya yang telah ditetapkan di sekitar gunung berapi.

Kementerian Pariwisata juga menganjurkan pendaki untuk menggunakan jasa pemandu lokal yang memiliki sertifikasi dan memahami kondisi medan secara menyeluruh.

"Pastikan untuk menghubungi pemandu lokal bersertifikat yang telah dibekali kemampuan untuk mengetahui secara persis titik-titik mana yang aman dan kapan harus tahu membatalkan pendakian," kata Kementerian Pariwisata.

Selain memahami kondisi gunung, kesiapan fisik juga tidak kalah penting. Pendaki perlu memastikan tubuh dalam kondisi prima sebelum memulai perjalanan, karena aktivitas mendaki membutuhkan stamina yang cukup besar dan menghadapi berbagai tantangan medan.

Persiapan perlengkapan juga harus diperhatikan dengan baik. Selain membawa tas dan sepatu yang sesuai untuk pendakian, wisatawan dianjurkan membawa masker respirator. Perlengkapan ini berguna untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya abu vulkanik maupun gas beracun saat berada di kawasan gunung berapi.

Kementerian Pariwisata juga mengingatkan agar seluruh pendaki mematuhi aturan yang ditetapkan oleh PVMBG maupun pengelola kawasan pendakian. Pendaki diminta tidak menerobos area terlarang atau mengabaikan peringatan yang telah dipasang demi alasan keselamatan.

Selama berada di gunung, wisatawan juga harus selalu mendengarkan arahan petugas lapangan dan tidak memaksakan diri untuk mencapai puncak atau kawah jika kondisi cuaca maupun aktivitas gunung tidak memungkinkan.

"Menjadi pendaki yang hebat bukan berarti berani mati, tapi tahu kapan harus berhenti demi keselamatan diri dan orang lain," kata kementerian.

Selain mengutamakan keselamatan, Kementerian Pariwisata juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam selama melakukan pendakian. Pendaki diharapkan tidak merusak lingkungan, tidak meninggalkan sampah, serta tetap menghormati alam dan budaya setempat.

Lewat persiapan yang matang, perlengkapan yang memadai, serta kepatuhan terhadap aturan keselamatan, pengalaman mendaki gunung bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan sekaligus aman untuk dinikmati.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka