Nintendo Didenda Rp729 Miliar di Prancis Terkait Masalah Joy-Con Drift

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Perusahaan teknologi asal Jepang, Nintendo, dijatuhi denda sebesar 35 juta euro atau sekitar Rp729 miliar di Prancis terkait persoalan Joy-Con Drift yang terjadi pada kontroler Nintendo Switch generasi pertama.

Denda tersebut dijatuhkan setelah Nintendo menyelesaikan perselisihan dengan Badan Perlindungan Konsumen Prancis (DGCCRF).

Mengutip Gizmochina, Selasa, regulator Prancis sebelumnya menuding Nintendo melakukan praktik komersial yang menyesatkan serta perencanaan keusangan produk.

Hasil penyelidikan menyebutkan bahwa Nintendo telah mengetahui adanya masalah Joy-Con Drift yang dialami konsumen, namun dinilai tidak memberikan informasi yang memadai kepada publik.

Joy-Con Drift sendiri merupakan kondisi ketika stik analog pada Joy-Con mendeteksi gerakan meski tidak sedang disentuh, sehingga mengganggu kontrol permainan seperti pergerakan karakter atau bidikan.

Masalah tersebut diketahui sudah ada sejak 2018, namun Nintendo disebut belum memberikan penjelasan yang jelas kepada konsumen hingga 2020. Akibatnya, banyak pengguna harus membeli kontroler baru tanpa mengetahui adanya program perbaikan gratis dari perusahaan.

Meski telah membayar denda, Nintendo tetap membantah tuduhan tersebut. Dalam pernyataannya kepada media Prancis Le Monde, perusahaan menegaskan tidak pernah menyesatkan konsumen.

Nintendo juga menyebut bahwa pembayaran denda tersebut bukan bentuk pengakuan bersalah, melainkan bagian dari penyelesaian damai proses hukum.

Sebelumnya, Joy-Con drift menjadi sorotan global karena dianggap sebagai cacat perangkat keras pada Switch generasi pertama, yang berdampak pada jutaan pengguna.

Sejumlah investigasi kelompok konsumen juga mengaitkan masalah ini dengan keausan cepat pada komponen joystick berbahan plastik.

Meski Nintendo kemudian melakukan revisi desain pada Joy-Con generasi berikutnya, perusahaan selama ini tidak banyak mengungkap detail perubahan perangkat keras tersebut.

Kini, pada konsol generasi terbaru, masalah serupa dilaporkan belum kembali muncul secara luas.

Sumber: Gizmochina

Bagikan

Mungkin Kamu Suka