Jakarta (KABARIN) - Tim nasional Kroasia kembali menjadi salah satu peserta yang layak diperhitungkan pada Piala Dunia 2026.
Meski berasal dari negara dengan jumlah penduduk kurang dari empat juta jiwa, Kroasia telah menjelma menjadi salah satu tim paling konsisten di panggung sepak bola dunia dalam dua dekade terakhir.
Sejak menjalani debut di Piala Dunia 1998, Kroasia mampu mencatatkan prestasi yang sulit ditandingi banyak negara.
Dari tujuh keikutsertaan mereka di putaran final, tim berjuluk Vatreni itu berhasil mencapai semifinal sebanyak tiga kali, termasuk saat menjadi runner-up pada Piala Dunia 2018 di Rusia dan menempati peringkat ketiga pada Piala Dunia 2022 di Qatar.
Catatan tersebut menunjukkan kemampuan Kroasia untuk terus bersaing di level tertinggi sepak bola internasional.
Bahkan, setengah dari penampilan mereka di Piala Dunia berakhir dengan tempat di empat besar, sebuah pencapaian yang mengukuhkan status Kroasia sebagai salah satu kekuatan utama Eropa dalam era modern.
Pada Piala Dunia 2026, Kroasia kembali ditangani Zlatko Dalic, pelatih yang menjadi arsitek di balik dua pencapaian terbaik negara tersebut dalam sejarah Piala Dunia.
Dalic mengambil alih tim pada 2017 dan langsung membawa Kroasia melaju hingga final Piala Dunia setahun kemudian.
Di bawah kepemimpinannya, Kroasia dikenal sebagai tim yang memiliki organisasi permainan kuat, disiplin dalam bertahan, serta mampu tampil efektif ketika menghadapi tekanan dalam pertandingan besar.
Kroasia memastikan tempat di Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan pada babak kualifikasi zona Eropa. Mereka keluar sebagai juara Grup L dengan catatan tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan.
Vatreni mencetak 26 gol dan hanya kehilangan sedikit poin sepanjang kualifikasi. Kemenangan 7-0 atas Gibraltar serta kemenangan 5-1 melawan Republik Ceko menjadi bukti kualitas mereka.
Salah satu alasan Kroasia terus mampu bersaing di level tertinggi adalah keberadaan Luka Modric. Gelandang yang kini berusia 40 tahun itu masih menjadi sosok sentral di lini tengah tim nasional.
Peraih Ballon d'Or 2018 tersebut diperkirakan akan menjalani Piala Dunia kelima dalam kariernya. Pengalaman, visi bermain, dan kepemimpinannya masih menjadi aset yang sangat berharga bagi Kroasia.
Selain Modric, Kroasia juga memiliki sejumlah pemain yang berkiprah di kompetisi elite Eropa.
Di lini belakang terdapat Josko Gvardiol yang telah berkembang menjadi salah satu bek terbaik dunia.
Di sektor tengah ada Mateo Kovacic yang memberikan keseimbangan permainan, sementara lini depan masih mengandalkan ketajaman Perisic, Kramaric, dan Ante Budimir.
Dalam sejarah Piala Dunia, Kroasia pertama kali mencuri perhatian dunia saat tampil pada edisi 1998 di Prancis. Hanya beberapa tahun setelah memperoleh kemerdekaan menyusul pecahnya Yugoslavia, mereka langsung melaju hingga semifinal.
Dipimpin pelatih Miroslav Blazevic dan diperkuat penyerang Davor Suker, Kroasia menyingkirkan sejumlah lawan tangguh sebelum akhirnya finis di peringkat ketiga.
Suker menjadi bintang utama dengan enam gol yang mengantarkannya meraih Sepatu Emas sebagai pencetak gol terbanyak turnamen.
Prestasi terbesar Kroasia kemudian hadir pada Piala Dunia 2018 di Rusia.
Setelah lolos dari fase grup dengan mengalahkan Nigeria, Argentina dan Islandia, mereka menyingkirkan Denmark, Rusia dan Inggris untuk mencapai final pertama dalam sejarah negara tersebut.
Meski kalah 2-4 dari Prancis pada partai puncak, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan besar bagi seluruh rakyat Kroasia dan menegaskan posisi mereka sebagai salah satu kekuatan sepak bola dunia.
Empat tahun berselang, Kroasia kembali membuktikan kualitasnya di Qatar. Mereka menyingkirkan Jepang dan Brasil melalui adu penalti sebelum akhirnya kalah dari Argentina pada semifinal.
Kroasia kemudian menutup turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Maroko untuk merebut posisi ketiga. Hasil itu membuat mereka berhasil membawa pulang dua medali dalam dua edisi Piala Dunia secara beruntun.
Dari sisi individu, Davor Suker dan Ivan Perisic masih menjadi pencetak gol terbanyak Kroasia sepanjang sejarah Piala Dunia dengan koleksi masing-masing enam gol.
Sementara itu, Luka Modric memegang rekor penampilan terbanyak Kroasia di turnamen tersebut dengan 19 pertandingan.
Berkat kombinasi pemain berpengalaman dan talenta muda yang terus bermunculan, Kroasia kembali datang ke Piala Dunia 2026 dengan ambisi besar.
Meski tidak selalu masuk dalam daftar favorit juara, pengalaman menunjukkan bahwa Vatreni hampir selalu mampu melampaui ekspektasi dan menjadi ancaman bagi tim mana pun di panggung sepak bola terbesar dunia.
Berikut daftar pemain timnas Kroasia dalam Piala Dunia 2026.
Kiper:
Dominik Livakovic
Dominik Kotarski
Ivor Pandur
Bek:
Josko Gvardiol
Duje Caleta-Car
Josip Sutalo
Josip Stanisic
Kristijan Jakic
Martin Erlic
Luka Vuskovic
Marin Pongracic
Gelandang:
Luka Modric
Mateo Kovacic
Mario Pasalic
Nikola Vlasic
Luka Sucic
Martin Baturina
Petar Sucic
Nikola Moro
Toni Fruk
Penyerang:
Ivan Perisic
Andrej Kramaric
Ante Budimir
Marco Pasalic
Petar Musa
Igor Matanovic
Berikut jadwal pertandingan timnas Kroasia pada fase grup Piala Dunia 2026.
Kamis, 18 Juni 2026
Pukul 03.00 WIB: Inggris lawan Kroasia di Stadion AT&T, Dallas
Rabu, 24 Juni 2026
Pukul 06.00 WIB: Panama lawan Kroasia di Stadion BMO Field, Toronto
Minggu, 28 Juni 2026
Pukul 04.00 WIB: Kroasia lawan Ghana di Stadion Lincoln Financial Field, Philadelphia
Baca juga: Inggris di Piala Dunia 2026: Saatnya Akhiri Kutukan 60 Tahun
Baca juga: Kenalan dengan Panama, Tim Kuda Hitam di Piala Dunia 2026
Sumber: ANTARA