Jakarta (KABARIN) - Tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya berhasil meraih Juara III Dunia pada kompetisi internasional CanSat 2026, ajang bergengsi di bidang teknologi ruang angkasa yang diikuti 40 tim dari berbagai negara.
Kompetisi tersebut diselenggarakan oleh American Astronautical Society bekerja sama dengan NASA.
Duta Besar RI untuk Amerika Serikat, Indroyono Soesilo, mengapresiasi pencapaian para mahasiswa Indonesia tersebut. Menurutnya, semangat inovasi generasi muda perlu terus dipupuk dan ditularkan kepada anak-anak muda lainnya.
"Masa depan bangsa berada di tangan anak-anak muda yang kreatif, inovatif, dan mampu bersaing dengan generasi terbaik dari seluruh dunia," ujar Indroyono dalam keterangan pers KBRI Washington DC.
CanSat merupakan kompetisi yang menantang mahasiswa untuk merancang, membangun, dan mengoperasikan satelit mini berukuran kaleng minuman 350 mililiter. Dalam proyek tersebut, peserta harus mengintegrasikan berbagai subsistem satelit, mulai dari komunikasi, sensor, sumber daya listrik hingga sistem pemulihan menggunakan parasut.
Pada pelaksanaan misi yang berlangsung 7 Juni lalu, tim Indonesia sukses menerbangkan payload hasil rancangannya menggunakan roket hingga mencapai ketinggian 714 meter. Setelah bahan bakar roket habis, payload terbuka dan melakukan manuver penurunan menggunakan sistem paralayang.
Menjelang pendaratan, parasut kedua mengembang untuk memperlambat laju sehingga muatan dapat mendarat dengan aman. Keberhasilan misi ditandai dengan utuhnya telur yang dibawa sebagai simulasi muatan sensitif.
Selain itu, berbagai sensor berhasil merekam data ketinggian, posisi berbasis GPS, dan tekanan udara. Seluruh data beserta rekaman dari dua kamera onboard juga dikirim secara real time ke pusat komando yang berjarak sekitar tiga kilometer dari lokasi pendaratan.
Tim Bamantara EEPISAT diperkuat oleh Adam Kandias, Rafida Azis Al Habib, Ax'l Nurrahim, Lintang Arum Sari, Fatma Aliea Wibowo, Muhammad Tsaqif Mukhayyar, Muhammad Rizky, Immanuel Valentino Wibowo, Tsania Zahira Soffa, dan Callista Salsabila Sugianto.
Menurut KBRI Washington, prestasi tersebut menjadi bukti kemampuan mahasiswa Indonesia dalam mengembangkan teknologi kedirgantaraan yang mampu bersaing di tingkat global.
Keberhasilan tahun ini melanjutkan catatan positif Indonesia di ajang yang sama. Pada CanSat 2022, tim PENS meraih Juara III Dunia, lalu meningkat menjadi Juara II Dunia pada CanSat 2023 di Blacksburg.
Konsistensi tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa Indonesia bersaing dengan peserta dari berbagai negara, termasuk India, Turkey, Mexico, Poland, dan Argentina.
Selain mengharumkan nama bangsa, prestasi tersebut juga dinilai membuka peluang lahirnya inovasi dan perusahaan rintisan di bidang teknologi kedirgantaraan.
Saat ini, Tim Bamantara EEPISAT tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti kompetisi peluncuran roket internasional di Jerman pada 2027.
Sumber: ANTARA