Sinemart Jajal Peruntungan di Layar Lebar Lewat Film Fiksi Ilmiah "Foufo"

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Rumah produksi Sinemart mulai memperluas kiprahnya ke industri film layar lebar melalui proyek terbaru berjudul "Foufo".

Meski telah lama dikenal sebagai salah satu pemain besar di industri sinetron Indonesia, Sinemart mengakui masih berada dalam tahap belajar untuk menembus pasar perfilman nasional.

Produser eksekutif Sinemart, David Setiawan Suwarto, mengatakan perusahaannya memandang proyek tersebut sebagai langkah baru yang penuh tantangan.

Karena itu, Sinemart menggandeng Bayu Skak dan tim dari Skak Studios yang telah memiliki pengalaman dalam mengembangkan karya dengan nuansa lokal yang kuat.

Menurut David, ide cerita "Foufo" sempat memunculkan keraguan sekaligus rasa penasaran. Konsep film yang menggabungkan kisah pendaratan pesawat alien dengan latar kehidupan masyarakat Madura dinilai tidak biasa dan berbeda dari formula film komersial yang umumnya dipilih industri.

Dalam menggarap film tersebut, Sinemart juga mulai menerapkan pendekatan kerja yang berbeda dibandingkan produksi serial televisi.

Jika sebelumnya fokus pada kecepatan produksi, kini perusahaan lebih menekankan proses pengembangan cerita yang matang sebelum memasuki tahap syuting.

David menilai tim Skak Studios memiliki perhatian besar terhadap riset karakter dan pembangunan konflik cerita sehingga proses kreatif dapat berjalan lebih mendalam.

Selain itu, mereka juga berani mengandalkan talenta-talenta baru hasil audisi terbuka di Jawa Timur sebagai bagian dari upaya menghadirkan karakter yang autentik.

Pendekatan tersebut dinilai mampu membuktikan bahwa daerah memiliki banyak potensi aktor berbakat yang dapat bersaing dan menarik perhatian penonton.

Sinemart juga melihat pentingnya menghadirkan cerita yang dekat dengan realitas masyarakat. Melalui "Foufo", mereka mengangkat tema perjuangan mencari nafkah dan upaya seorang anak untuk membahagiakan orang tua, isu yang dianggap relevan dengan kehidupan banyak masyarakat Indonesia.

Menjelang penayangan film pada 9 Juli 2026, kerja sama antara Sinemart dan Skak Studios menjadi sorotan. Industri perfilman menantikan apakah kolaborasi tersebut mampu mengajak basis penonton Sinemart yang selama ini setia mengikuti tayangan televisi untuk beralih menikmati karya mereka di bioskop.

Sebelumnya, kedua rumah produksi tersebut pernah bekerja sama dalam serial lokadrama Lara Ati, yang meraih respons positif di platform streaming.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka