Saya mewujudkan mimpi saya di usia yang cukup terlambat. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin
Jakarta (KABARIN) - Sejak kedatangannya ke Liga Inggris untuk memperkuat Crystal Palace pada akhir Januari 2024, pesepak bola Kolombia Daniel Munoz langsung memperlihatkan betapa istimewa dirinya.
Sebagai bek kanan, Munoz memberikan performa yang lebih dari rata-rata pemain di posisinya. Kemampuannya menyisir lapangan, menemukan ruang, dan menutup pergerakan lawan menjadi sensasi.
"Bagi saya, Munoz adalah bek sayap terbaik di Liga Inggris untuk saat ini," kata eks bek Liverpool yang kini menjadi analis dan pundit di Sky Sports, Jamie Carragher, pada 2025.
Laman Liga Inggris (Premier League) menyebut, Munoz adalah pemain bertahan yang unik. Mereka bahkan membuat satu ulasan khusus mengenai dirinya, April 2025.
Munoz disebut mampu berlari sejauh hingga 11,9 kilometer per pertandingan. Namun, yang menjadi pembicaraan, kemampuannya untuk melakukan lari berintensitas tinggi, dengan kecepatan minimal 20 kilometer per jam.
Dalam setiap pertandingan, Munoz dapat berlari dengan intensitas tinggi sejauh 1,4 sampai 1,7 kilometer. Menurut Liga Inggris, tidak ada bek yang menyamai itu pada musim 2023/2024 dan 2024/2025.
Sepanjang 2024/2025, Munoz total berlari sprint 736 kali, hanya kalah dari bek kiri Fulham Antonee Robinson (771 kali).
"Dia pemain fantastis. Dia selalu berlari dan sprint lebih banyak dari yang lainnya. Dia bermain dengan intensitas tinggi setiap laga. Setiap pelatih pasti menginginkan keberadaan pemain sepertinya di tim," ujar juru taktik Crystal Palace ketika itu, Oliver Glasner.
Daya ledak tubuh dan staminanya yang luar biasa juga disertai dengan insting menyerang yang tajam.
Saat memperkuat KRC Genk di Liga Belgia pada 2020-2024, dia membuat 19 gol dan 20 assist dari 148 pertandingan di semua kompetisi. Catatan yang sangat baik untuk seorang bek.
"Tidak ada bek yang lebih tajam daripada pemain Kolombia ini (Munoz), baik dalam gol maupun assist (di Liga Belgia)," tulis Transfermarkt.
Di Crystal Palace, Munoz membuat 11 gol dan 16 assist dari 108 pertandingan di semua kompetisi. Dia ikut membawa klub tersebut menjuarai FA Community Shield 2025, Piala FA 2024/2025 dan Liga Conference UEFA 2025/2026.
Squawka menempatkan Munoz menjadi bek kanan terbaik keempat Liga Inggris 2025/2026 di bawah Jurrien Timner (Arsenal), Timothy Castagne (Fulham), dan Pedro Porro (Tottenham Hotspur).
Pada musim 2023/2024 dan 2024/2025, berdasarkan Sky Sports, Munoz berstatus sebagai bek dengan jumlah kontribusi gol (12 kali), tendangan (48 kali), membuat peluang dari permainan terbuka (49 kali), sentuhan di kotak penalti lawan (141 kali) dan penguasaan bola di pertahanan musuh (23 kali) terbanyak.
Debut di timnas
Penampilan ciamik Munoz tersebut menjalar ke tim nasional Kolombia. Munoz baru debut di timnas pada tahun 2021, saat usianya sudah 25 tahun.
Di skuad negara, Munoz bermain 48 kali dengan catatan lima gol dan tiga assist, di mana dua dari lima gol tersebut hadir di panggung besar yakni Piala Dunia 2026.
Munoz menjadi pemecah kebuntuan Kolombia ketika melawan Uzbekistan pada laga pertama mereka di Grup K Piala Dunia 2026, Kamis (18/6) pagi WIB.
Dia melesakkan golnya pada menit ke-40, memanfaatkan umpan Luis Diaz, untuk membawa Kolombia unggul 1-0. Akhirnya, Kolombia menaklukkan Uzbekistan 3-1.
Rabu (24/6), pada pertandingan kontra Republik Demokratik (RD) Kongo, Munoz lagi-lagi menunjukkan bakatnya dalam menyerang. Merangsek ke kotak penalti, dia dengan jitu menyepak bola masuk ke gawang lawan untuk membawa Kolombia menang 1-0.
Upaya Munoz itu membantu negaranya lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.
"Dia dapat mengendus momen yang tepat saat menyerang atau berada di belakang bek tengah lawan. Dia selalu siap menyambar bola, termasuk bola kedua," tutur pelatih tim pertama Genk Michel Ribeiro, seperti disiarkan Sky Sports.
Visa ditolak, karier menanjak
Pesepak bola bernama lengkap Daniel Munoz Mejia itu lahir di Amalfi, Antioquia, Kolombia, pada 26 Mei 1996. Kala berumur lima tahun, dia pindah ke Bello, di pinggiran Kota Medellin, kota terbesar kedua di Kolombia setelah Bogota.
Seperti kebanyakan pesepak bola yang bermain di Eropa, Munoz mengawali kiprah sepak bolanya di jalanan.
Pada umur enam tahun, dia sempat bergabung dengan Cosmos Soccer School lalu Arco Zaragoza sampai dia berumur 16 tahun. Munoz sempat pula memperkuat klub lokal Los Paisitas, di mana Munoz menjadi kiper untuk beberapa saat sebelum mantap sebagai bek.
Cintanya pada sepak bola membuatnya bercita-cita menjadi pemain profesional, apalagi dia tumbuh sebagai seorang penggemar Atletico Nacional, klub tersukses Kolombia yang bermarkas di Medellin. Saat remaja, Munoz tercatat sebagai anggota kelompok suporter Atletico Nacional, Los Del Sur.
Penampilan Munoz di beberapa laga membuatnya kerap dipanggil untuk menjalani uji coba di beberapa tempat di Kolombia, pernah juga di luar negeri seperti Meksiko, Brasil, Spanyol, dan Italia. Namun, tidak ada satu pun yang menerimanya.
Situsi tersebut membuat Munoz bingung. Dia terpikir, sepak bola bukanlah masa depannya meski itu adalah hidup dan mimpinya. Akan tetapi Munoz merasa karier lapangan hijau tidak memberikannya kehidupan yang lebih baik.
Padahal, Munoz mesti menghidupi keluarga, belum lagi dia memiliki kekasih, Manuela Jimenez Angel, yang sudah bersamanya sejak dia berusia 16 tahun. Perempuan itu kini menjadi istrinya.
Akhirnya, dia mengambil keputusan realistis: harus bekerja di ranah lain, di luar sepak bola. Sekitar tahun 2014, Munoz yang mengincar Amerika Serikat (AS) sebagai tempat mendapatkan mata pencaharian demi meraup pundi-pundi tebal lalu mengurus semua dokumen untuk ke sana.
Namun, hal yang ditakutkan Munoz terjadi, visanya ditolak oleh pihak kedutaan AS. Dia tertampar keadaan, tetapi bersamaan dengan itu, menyadari bahwa dia tidak bisa lepas dari sang kulit bundar.
Klub amatir
Berbekal niat, dia kemudian berkeliling ke klub-klub amatir dan diterima di Total Soccer, sebuah klub amatir di Medellin.
Di sana, Munoz bekerja keras mengasah teknik, fisik dan mentalnya. Ternyata, pemantau bakat Aguilas Doradas, salah satu klub Liga Kolombia, tertarik melihatnya. Tidak butuh waktu lama, Munoz beranjak ke klub yang berdiri pada 2008 itu.
Pada 2017, atau saat usianya 20 tahun, salah satu mimpi Munoz terwujud kala menjalani debut profesionalnya di Aguilas Doradas.
Walau tergolong terlambat memulai langkah di sepak bola profesional, Munoz tidak pernah minder dan terus berjuang meraih cita-cita lainnya.
Tampil 94 kali untuk Aguilas Doradas pada rentang 2017-2019, kilau Munoz tertangkap mata Atletico Nacional, klub favoritnya sejak kecil. Munoz bergabung dengan mereka pada 2019.
Tentu saja itu membuatnya senang bukan kepalang. Munoz memberikan performa terbaik yang dia bisa untuk Atletico Nacional sampai 2020. Enam bulan sejak bergabung dengan Atletico Nacional, dia menjadi kapten.
Kariernya terus menanjak. Juli 2020, klub Liga Belgia KRC Genk yang memberikannya kesempatan besar untuk berkiprah di Eropa resmi meminang Munoz dengan nilai transfer sekitar 4,5 juta euro.
Di sana, dia nyaris selalu turun di sisi pertahanan Genk dan turut menyumbangkan trofi juara Piala Belgia 2020/2021 untuk mereka. Empat tahun di klub tersebut, Munoz dihadirkan Crystal Palace ke London dengan mahar delapan juta euro.
Di timnas Kolombia, Daniel Munoz terus diikutsertakan dalam setiap pemanggilan, kepercayaan yang tidak pernah disia-siakannya.
Bersama Daniel Munoz, Kolombia menjadi runner-up Copa America 2024. Keberhasilan Kolombia menembus final turnamen itu menjadi yang pertama sejak tahun 2001. Munoz menyumbangkan dua gol di kompetisi tersebut, setara dengan penyerang top macam Vinicius Junior (Brasil) dan Julian Alvarez (Argentina).
Munoz dan rekan-rekannya membuat Kolombia tidak terkalahkan pada 28 pertandingan tahun 2022-2024, torehan tanpa tumbang terpanjang negara itu sepanjang sejarah.
Puncaknya, Munoz berandil besar membawa Kolombia lolos ke Piala Dunia 2026 dengan menempati peringkat ketiga klasemen kualifikasi Conmebol.
Dari 18 laga kualifikasi itu, Kolombia hanya kalah empat kali, menang tujuh kali dan sisanya seri.
Daniel Munoz kini sudah menginjak umur 30 tahun, tergolong lanjut untuk pesepak bola.
Meski begitu, kalau terus konsisten tampil oke terutama di Piala Dunia 2026, bukan tidak mungkin Daniel Munoz memperkuat klub-klub besar Eropa yang terus mengintip performanya.
Sejauh ini, rumor menyebut tim-tim tangguh seperti Barcelona, Manchester City, Manchester United, Real Madrid dan Paris Saint-Germain berharap mendapatkan jasa Munoz.
"Saya ingin menjadi contoh untuk anak-anak muda. Saya selalu memberi tahu mereka supaya jangan berhenti bermimpi karena tidak ada kata terlambat. Saya mewujudkan mimpi saya di usia yang cukup terlambat. Jadi, tidak ada yang tidak mungkin," ujar Munoz.
Baca juga: Daniel Munoz: Kemenangan Ini Milik Seluruh Tim Kolombia
Sumber: ANTARA