Iran Tuding Serangan Terbaru AS Langgar Gencatan Senjata

waktu baca 2 menit

Istanbul (KABARIN) - Pemerintah Iran mengecam serangan militer terbaru Amerika Serikat (AS) yang menyasar sejumlah pusat pemantauan dan pengawasan di sepanjang pesisir selatan negara itu. Teheran menilai serangan tersebut melanggar hukum internasional sekaligus kesepakatan gencatan senjata yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Rabu, Kementerian Luar Negeri Iran menyebut "tentara teroris AS" telah melancarkan serangan pada Rabu dini hari terhadap beberapa fasilitas pemantauan dan pengawasan di wilayah pantai selatan Iran.

Menurut Iran, tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.

Kementerian tersebut mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan "pelanggaran terang-terangan" terhadap Pasal 2(4) Piagam PBB, yang melarang penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik negara.

Selain itu, Iran juga menuduh Washington melanggar ketentuan dalam perjanjian gencatan senjata yang mengharuskan kedua pihak menghentikan operasi militer.

Iran dan AS sebelumnya mencapai nota kesepahaman pada 17 Juni yang bertujuan mengakhiri konflik militer antara kedua negara serta membuka jalan menuju perjanjian perdamaian jangka panjang.

Di sisi lain, media pemerintah Iran, IRIB, melaporkan bahwa seorang anggota Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) tewas dalam serangan AS di Bandar Mahshahr.

Kantor humas Angkatan Laut Ketiga Korps Basij Imam Hussein di Bandar Mahshahr mengidentifikasi korban sebagai anggota Basij yang bertugas di unit tersebut. Menurut keterangan resmi, korban meninggal dunia setelah terjadi bentrokan dengan drone musuh pada Rabu dini hari.

Sementara itu, militer AS mengonfirmasi telah melancarkan gelombang serangan baru ke Iran dengan menghantam lebih dari 80 target.

Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengatakan serangan tersebut dilakukan "sebagai tanggapan langsung terhadap serangan Iran terhadap kapal-kapal dagang yang melintasi Selat Hormuz."

Sumber: ANAD

Bagikan

Mungkin Kamu Suka