Indef Sebut B50 Bantu Tekan Impor BBM dan Perkuat Neraca Perdagangan

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Andry Satrio, menilai penerapan mandatori biodiesel B50 memberikan dampak positif terhadap neraca perdagangan Indonesia dengan mengurangi impor bahan bakar minyak (BBM), khususnya solar.

Menurut Andry, setiap liter Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang digunakan dalam campuran biodiesel mampu menggantikan satu liter solar berbasis fosil. Dengan harga distilat dunia yang saat ini berada di kisaran 138 dolar AS per barel, penghematan yang dihasilkan diperkirakan mencapai sekitar 0,80 hingga 0,87 dolar AS per liter.

"B50 membantu neraca perdagangan dengan cara memotong impor BBM. Setiap liter Fatty Acid Methyl Ester (FAME) menggantikan satu liter solar fosil, dan pada harga distilat hari ini yang sekitar 138 dolar AS per barel, penghematannya bernilai sekitar 0,80 dolar AS sampai 0,87 dolar AS per liter," ujar Andry saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia menjelaskan besarnya nilai penghematan tersebut dipengaruhi kondisi harga solar dunia yang masih tinggi. Meski harga minyak mentah telah turun ke sekitar 72 dolar AS per barel, harga solar belum mengalami penurunan seiring terganggunya pasokan distilat akibat situasi di Selat Hormuz.

Kondisi tersebut membuat selisih harga antara minyak mentah dan produk olahannya atau crack spread melonjak menjadi sekitar 70 hingga 75 persen dari nilai satu barel minyak mentah, jauh lebih tinggi dibandingkan sekitar 27 persen pada awal tahun.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta para ilmuwan dan perguruan tinggi terus mengembangkan riset energi terbarukan agar Indonesia tidak berhenti pada implementasi biodiesel B50.

Presiden menilai pengembangan biodiesel perlu dilanjutkan menuju tingkat pencampuran yang lebih tinggi sebagai bagian dari upaya mewujudkan kemandirian energi nasional.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa gagasan penerapan biodiesel B100 sempat dibahas bersama jajaran menterinya. Namun, pemerintah menilai implementasi B50 sudah mampu memberikan manfaat besar, termasuk menghentikan impor solar.

Menurut Presiden, keberhasilan penerapan B50 merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya alam nasional demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka