Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Berawal dari Pesan WhatsApp

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai kepanikan setelah pihak sekolah menerima ancaman teror bom melalui pesan WhatsApp pada Senin pagi.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi mengatakan pesan tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan staf Tata Usaha (TU) saat kegiatan upacara MPLS sedang berlangsung.

"Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Setelah menerima pesan tersebut, pihak sekolah langsung melaporkannya kepada kepolisian. Petugas kemudian bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan area sekolah.

Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob dan Densus 88 Antiteror untuk melakukan penyisiran menyeluruh di lingkungan sekolah guna memastikan tidak ada benda mencurigakan.

"Untuk Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih, ya, untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15," kata Nurma.

Dalam pesan WhatsApp yang diterima pihak sekolah, pelaku mengancam akan meledakkan bom di 11 titik area sekolah. Peneror juga meminta agar pihak sekolah tidak melaporkan ancaman tersebut kepada polisi.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut.

Polisi menerima laporan dugaan teror bom sekitar pukul 07.30 WIB. Saat itu, para siswa dan guru tengah mengikuti upacara hari pertama MPLS.

Demi menjaga keselamatan, seluruh guru dan siswa langsung dievakuasi keluar dari area sekolah selama proses pemeriksaan berlangsung.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel Brimob tampak berjaga di dalam lingkungan sekolah dengan membawa senjata api. Selain itu, dua kendaraan Tim Gegana juga dikerahkan untuk mendukung proses penyisiran.

Petugas dari Dinas Perhubungan dan Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta turut bersiaga di sekitar lokasi sebagai langkah antisipasi selama proses penanganan berlangsung.

Hingga proses penyisiran selesai dilakukan, aparat masih terus mendalami asal-usul pesan ancaman tersebut sekaligus memburu pelaku yang mengirimkan teror melalui WhatsApp.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka