Nagan Raya (KABARIN) - Musibah banjir bandang yang melanda Aceh makin bikin banyak pihak bersuara. Salah satunya datang dari Anggota Komisi III DPRA, Nurchalis, yang mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status bencana nasional. Menurutnya, kondisi di lapangan sudah terlalu parah dan butuh penanganan ekstra cepat.
“Kerusakan infrastruktur di Aceh benar-benar masif. Banyak akses transportasi yang putus, termasuk jalan nasional dan jembatan yang menghubungkan antarwilayah,” kata Nurchalis saat dihubungi di Nagan Raya, Minggu.
Banjir bandang ini bukan cuma merendam wilayah Aceh, tetapi juga berdampak pada sebagian Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Sejumlah jembatan di jalur lintas pantai timur Aceh juga terputus, membuat banyak daerah benar-benar terisolasi.
Menurut Nurchalis, penetapan status darurat nasional adalah langkah penting untuk mempermudah pemerintah pusat turun tangan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah. Apalagi sampai hari ini, banyak daerah di dataran tinggi Aceh masih benar-benar terputus dari akses luar.
Ia memperingatkan bahwa jika status bencana nasional tak segera ditetapkan, warga berisiko menghadapi krisis pangan. Stok kebutuhan pokok mulai menipis, distribusi BBM tersendat, dan jalur logistik sembako ke wilayah terdampak ikut terganggu.
“Kondisinya serius. Kita takutkan akan ada situasi yang tak diinginkan jika bantuan terus terlambat. Pangan mulai habis, jalur pengiriman terputus, dan warga sangat membutuhkan bantuan cepat,” ujarnya.
Nurchalis juga menyoroti lambannya respons Pemerintah Aceh. Hingga Minggu (30/11), ia mengaku belum melihat adanya bantuan dari pemerintah provinsi ke wilayah pantai barat seperti Nagan Raya, Aceh Barat, Aceh Jaya, hingga Simeulue. Padahal, kondisi masyarakat di sana sudah sangat memprihatinkan.
Meski begitu, ia mengapresiasi pemerintah kabupaten yang dianggap lebih tanggap dan cepat menyalurkan bantuan darurat ke lokasi bencana. Nurchalis menegaskan bahwa ia sudah menghubungi pejabat Pemerintah Aceh dan mendesak agar pengiriman logistik segera dilakukan.