menskors tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut; dan mencoret pemain Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang dari tim nasional
Jakarta (KABARIN) - Langkah tegas diambil pemerintah Gabon setelah tim nasional sepak bola mereka tersingkir di fase grup Piala Afrika 2025. Tim berjuluk Panthers itu resmi dihentikan aktivitasnya untuk sementara waktu tanpa batas akhir yang jelas.
Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Athletic, pemerintah Gabon menilai performa timnas sangat mengecewakan dan jauh dari nilai etika serta keteladanan yang dijunjung negara.
"Mengingat performa memalukan Panthers pada Piala Afrika 2025, dan mempertimbangkan dampak multidimensial yang bertentangan secara diametral dengan nilai-nilai etika dan keteladanan yang dianut Republik Kelima, Pemerintah memutuskan: membubarkan staf teknis; menskors tim nasional hingga pemberitahuan lebih lanjut; dan mencoret pemain Bruno Ecuele Manga dan Pierre-Emerick Aubameyang dari tim nasional," kata pemerintah Gabon.
Selain membekukan timnas, pemerintah juga menuntut Federasi Sepak Bola Gabon untuk bertanggung jawab penuh atas kegagalan tersebut.
Gabon menutup fase grup sebagai penghuni dasar klasemen Grup F setelah selalu kalah dalam tiga pertandingan. Kekalahan paling menyakitkan terjadi di laga terakhir saat mereka sempat unggul dua gol atas Pantai Gading, sebelum akhirnya disalip lewat gol Jean Phillippe Krasso, Evan Guessand dan Bazoumana Traore.
Dua nama besar, Pierre Emerick Aubameyang dan Bruno Ecuele Manga, dipastikan dicoret dari tim nasional. Ecuele Manga sendiri merupakan pemain dengan jumlah caps terbanyak sepanjang sejarah Gabon, yakni 105 kali, sementara Aubameyang tercatat sebagai top skor sepanjang masa dengan 41 gol.
Di turnamen ini, Ecuele Manga tampil penuh di dua laga awal sebelum akhirnya duduk di bangku cadangan saat melawan Pantai Gading. Aubameyang sempat mencetak gol saat kalah dari Mozambik, namun absen di laga terakhir karena masalah pada otot paha.
Keputusan pemerintah juga berdampak pada jajaran pelatih. Thierry Mayouma dipastikan meninggalkan posisinya setelah staf kepelatihan resmi dibubarkan.
Hasil buruk di Piala Afrika melengkapi periode sulit Gabon. Sebelumnya, pada November lalu, mereka juga gagal mengamankan tiket ke Piala Dunia 2026 usai kalah dari Nigeria di semifinal play off. Padahal Gabon mencatat delapan kemenangan dari 10 laga kualifikasi, namun tetap harus puas finis satu poin di bawah Pantai Gading.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026