Ternate (KABARIN) - BMKG mengingatkan warga Maluku Utara untuk bersiap menghadapi potensi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi dalam beberapa hari ke depan. Peringatan dini ini dikeluarkan oleh BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate seiring dinamika atmosfer yang dinilai cukup aktif di wilayah tersebut.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Baabullah Ternate, Sakimin, menjelaskan saat ini terdeteksi adanya belokan dan pertemuan angin di Maluku Utara. Kondisi ini memicu penumpukan massa udara yang kemudian mendorong pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Peringatan ini berlaku untuk periode 5 hingga 11 Januari 2026, seiring terpantau adanya dinamika atmosfer yang berpotensi meningkatkan curah hujan di sejumlah wilayah,” kata Sakimin.
Secara umum, cuaca di Maluku Utara pada periode tersebut diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Meski begitu, BMKG menegaskan masyarakat perlu waspada karena hujan dengan intensitas sedang hingga lebat bisa terjadi secara fluktuatif.
“Namun, masyarakat perlu mewaspadai peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang bersifat fluktuatif, yang dapat terjadi pada pagi, siang atau sore, malam hingga dini hari,” ujar Sakimin.
BMKG juga mengingatkan dampak lanjutan dari cuaca ekstrem ini, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, jarak pandang berkurang, hingga angin kencang.
Untuk rincian wilayah terdampak, pada 5–6 Januari 2026 hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diprakirakan melanda sebagian besar wilayah Maluku Utara. Daerah yang berpotensi terdampak antara lain Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan sekitarnya.
Memasuki 7–8 Januari 2026, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah, seperti Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, dan sekitarnya.
Sementara itu, pada 9–11 Januari 2026, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang kembali meluas, khususnya di wilayah Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, serta daerah sekitarnya.
Sakimin menambahkan, BMKG telah mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini. Pemerintah daerah diminta memastikan infrastruktur dan sistem pengelolaan sumber daya air dalam kondisi siap.
Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko bencana.
“Masyarakat juga diimbau untuk mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai memahami langkah-langkah pengurangan risiko bencana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong-royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan permukiman dengan baik,” ujarnya.
BMKG berharap seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan di Maluku Utara terus meningkatkan kewaspadaan dan rutin memantau informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate agar dampak bencana hidrometeorologi bisa ditekan semaksimal mungkin.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026