Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Turun Drastis Usai Serangan Baru AS ke Iran

waktu baca 2 menit

Moskow (KABARIN) - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dilaporkan mengalami penurunan tajam setelah Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada hari kedua, Kamis. Kondisi tersebut terjadi di tengah memudarnya harapan terhadap keberlangsungan gencatan senjata antara kedua negara.

Mengutip laporan Bloomberg berdasarkan data pelacakan kapal, sebagian besar kapal yang masih beroperasi di Selat Hormuz terlihat menggunakan jalur pelayaran yang disetujui Iran di sisi utara. Sementara itu, rute yang didukung Amerika Serikat di sepanjang pesisir Oman hampir tidak menunjukkan aktivitas.

Data tersebut juga menunjukkan hanya sebuah kapal kontainer berbendera Iran dan satu kapal tanker berukuran besar yang terpantau keluar dari kawasan Teluk. Namun, sebagian kapal diduga mematikan transponder sehingga keberadaannya tidak dapat terlacak.

Pada Rabu (8/7), tercatat hanya 14 kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz dari dua arah. Menurut Bloomberg, angka itu menjadi yang terendah sejak Amerika Serikat dan Iran menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni lalu.

Sementara itu, data Kpler menunjukkan rata-rata kapal yang melintasi Selat Hormuz selama tiga pekan setelah kesepakatan mencapai 34 kapal per hari, dengan puncaknya sebanyak 59 kapal tanker pada 24 Juni.

Sebaliknya, ketika konflik terbuka terjadi, jumlah kapal yang melintas umumnya berada di bawah 20 kapal setiap hari.

Gangguan elektronik juga dilaporkan terjadi di kawasan Teluk Oman. Sejumlah kapal di lepas pantai Oman terdeteksi bergerak dengan kecepatan sedikitnya 30 knot, yang diduga berkaitan dengan pengaktifan sistem pertahanan untuk mengantisipasi serangan drone terhadap infrastruktur.

Aktivasi sistem tersebut diperkirakan turut mengganggu sinyal transponder kapal sehingga sebagian pelayaran tidak dapat dipantau secara normal.

Sebelumnya, pada Rabu dini hari (8/7), militer Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan besar terhadap Iran.

Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut merupakan respons atas dugaan tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dirinya meyakini gencatan senjata dengan Iran sudah tidak lagi berlaku.

Sumber: SPU

Bagikan

Mungkin Kamu Suka