News

Kucing Mulai Birahi di Usia Berapa? Ini Penjelasan dan Faktornya

Jakarta (KABARIN) - Tidak sedikit pemilik kucing yang kaget ketika hewan peliharaannya tiba tiba menunjukkan perilaku berbeda meski usianya masih terbilang muda. Perubahan ini sering kali berkaitan dengan fase birahi yang memang bisa muncul lebih cepat dari perkiraan.

Masa birahi pada kucing tidak datang di usia yang seragam. Ada banyak hal yang memengaruhinya mulai dari kondisi tubuh hingga lingkungan tempat kucing tinggal. Karena itu penting bagi pemilik memahami kapan kucing mulai birahi agar bisa memberikan perawatan dan pengawasan yang tepat demi kesehatan jangka panjang.

Berikut penjelasan mengenai usia kucing mulai birahi serta faktor yang memengaruhinya yang dirangkum dari berbagai sumber.

Kucing bisa birahi mulai umur berapa?

Birahi adalah fase alami dalam siklus reproduksi kucing yang ditandai dengan perubahan perilaku. Dalam buku Panduan Memelihara Kucing Persia karya Bayu R. Susetyo dijelaskan bahwa fase ini menandakan kucing telah memasuki masa subur.

Usia kucing mulai birahi tidak bisa disamaratakan karena dipengaruhi banyak faktor seperti jenis kelamin ras kondisi lingkungan dan kesehatan tubuh.

Secara umum kucing betina mulai menunjukkan tanda birahi saat berusia sekitar 4 hingga 6 bulan. Namun ada juga yang baru mengalaminya ketika usia mendekati 10 hingga 12 bulan.

Kucing betina bisa mengalami birahi berulang kali dalam setahun terutama pada musim tertentu. Jika tidak disteril siklus ini akan terus terjadi sepanjang hidupnya.

Untuk kucing jantan masa birahi biasanya mulai muncul di usia 6 hingga 8 bulan. Pada beberapa kasus perilaku birahi baru terlihat saat usia 10 sampai 12 bulan.

Berbeda dengan betina kucing jantan tidak memiliki siklus birahi tertentu dan bisa menunjukkan dorongan kawin kapan saja terutama jika ada kucing betina birahi di sekitarnya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi birahi kucing

Waktu munculnya birahi pada kucing sangat dipengaruhi oleh beberapa hal berikut.

1. Ras kucing

Jenis ras memegang peranan penting. Beberapa ras seperti Siamese Persia dan Anggora dikenal lebih cepat dan lebih sering mengalami birahi. Faktor genetik serta adaptasi terhadap iklim turut memengaruhi hal ini.

2. Lingkungan

Lingkungan tempat tinggal kucing juga berpengaruh besar. Kucing yang hidup di daerah tropis atau subtropis cenderung lebih sering birahi dibandingkan yang tinggal di wilayah dingin. Panjang siang hari dan paparan cahaya matahari dapat memicu hormon reproduksi.

3. Kesehatan kucing

Kondisi fisik dan asupan nutrisi ikut menentukan. Kucing yang sehat dan mendapat gizi cukup biasanya mengalami birahi secara normal. Sebaliknya kucing yang kurang gizi atau sakit bisa mengalami birahi lebih lambat atau tidak teratur.

4. Jenis kelamin

Perbedaan jenis kelamin turut memengaruhi pola birahi. Kucing betina memiliki siklus tertentu dan bisa birahi beberapa kali setahun. Kucing jantan tidak memiliki siklus namun dorongan kawinnya bisa muncul kapan saja.

5. Paparan kucing lain

Keberadaan kucing lain terutama lawan jenis yang sedang birahi dapat memicu birahi lebih cepat. Aroma feromon dari kucing lain sering menjadi pemicu alami.

6. Tingkat stres

Kondisi mental juga berperan. Kucing yang sering stres akibat perubahan lingkungan kebisingan atau perlakuan tidak nyaman bisa mengalami gangguan hormon sehingga siklus birahinya terganggu.

Dengan memahami usia dan faktor pemicu birahi pemilik kucing dapat lebih siap menghadapi perubahan perilaku hewan peliharaannya. Hal ini membantu memastikan kucing tetap sehat dan terawat dengan baik.

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: