Canberra (KABARIN) - Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong menegaskan bahwa gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran seharusnya tidak hanya berlaku di satu wilayah, tapi juga mencakup Lebanon.
Menurut Wong, konflik yang masih berlangsung di Lebanon berpotensi merusak upaya gencatan senjata yang sudah disepakati.
"Jika pertempuran terus berlanjut di Lebanon, hal itu akan membahayakan seluruh gencatan senjata di kawasan tersebut," kata Wong saat berbicara kepada radio Australian Broadcasting Corporation (ABC), Kamis.
Australia juga secara tegas menyerukan agar Hizbullah dan Israel ikut mematuhi kesepakatan tersebut demi meredakan ketegangan di kawasan.
Pernyataan ini muncul setelah Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di berbagai wilayah Lebanon pada Rabu (8/4), yang semakin memperburuk situasi.
Tak hanya Australia, sejumlah negara lain juga ikut bersuara. Dalam pernyataan bersama yang dirilis Kamis dini hari waktu Australia, para menteri luar negeri dari Inggris, Brasil, Kolombia, Indonesia, Yordania, dan Sierra Leone turut mendesak adanya penghentian konflik.
Mereka menyerukan "penghentian segera" terhadap pertikaian di Lebanon yang dinilai semakin mengkhawatirkan.
Dalam pernyataan tersebut, negara-negara penandatangan juga menyoroti kondisi kemanusiaan di Lebanon yang terus memburuk. Mereka bahkan mengecam "sekeras-kerasnya" berbagai tindakan yang telah menewaskan pasukan penjaga perdamaian serta meningkatkan risiko bagi para pekerja kemanusiaan di wilayah Lebanon selatan.
Sumber: Xinhua