Foodies

Makanan yang Harus Dihindari dan Direkomendasikan untuk Penderita Autoimun

Jakarta (KABARIN) - Bagi yang hidup dengan penyakit autoimun, pola makan bukan cuma soal kenyang, tapi juga penting untuk mengendalikan gejala dan peradangan dalam tubuh. Beberapa jenis makanan bisa bikin sistem imun bereaksi berlebihan, sementara pilihan lain justru bantu menjaga tubuh tetap stabil.

Dengan mengetahui apa yang sebaiknya dihindari dan mana yang aman dikonsumsi, kualitas hidup bisa meningkat dan risiko kekambuhan bisa ditekan. Berikut panduan makanan yang disarankan dan sebaiknya dibatasi bagi penderita autoimun.

Makanan yang sebaiknya dihindari

1. Makanan cepat saji dan instan

Burger, mie instan, makanan kalengan, atau makanan beku biasanya tinggi lemak jahat dan natrium. Kandungan ini bisa memicu peradangan, jadi masakan rumahan lebih aman karena gizinya lebih terjaga.

2. Gula berlebihan

Kue, minuman manis, atau camilan tinggi gula sebaiknya dibatasi karena bisa memperparah peradangan dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 atau sindrom metabolik yang berhubungan dengan autoimun.

3. Daging merah

Daging sapi atau kambing punya lemak jenuh tinggi yang bisa memicu inflamasi. Pilihan protein yang lebih ringan seperti ikan, seafood, atau ayam lebih direkomendasikan.

4. Makanan tinggi garam

Konsumsi garam berlebihan bisa bikin tubuh menahan cairan, meningkatkan tekanan darah, dan memperburuk peradangan. Gunakan rempah alami sebagai pengganti garam agar tetap lezat.

5. Produk susu sapi

Keju, yogurt, atau susu sapi terkadang bisa memicu peradangan, nyeri sendi, dan masalah pencernaan. Beberapa studi juga menyebut konsumsi susu sapi bisa terkait dengan risiko autoimun tertentu, termasuk diabetes tipe 1.

6. Telur

Meski mudah diolah, protein dan kolesterol dalam telur bisa memicu peradangan pada sebagian penderita autoimun. Sebaiknya konsumsi telur dibatasi.

Makanan yang dianjurkan

1. Buah segar

Buah kaya vitamin, mineral, dan antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dan mendukung sistem imun. Pilih buah utuh dan hindari yang mengandung gula tambahan.

2. Sayuran tertentu

Sayuran umumnya aman dan bergizi, tapi kelompok nightshade seperti tomat, terong, paprika, dan kentang sebaiknya dibatasi karena bisa memicu inflamasi pada sebagian orang.

3. Makanan fermentasi tanpa susu

Kimchi, kombucha, acar, atau kefir kelapa membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di usus, yang penting untuk mengatur sistem imun.

4. Umbi-umbian

Ubi jalar atau talas bisa jadi sumber karbohidrat yang aman, kaya serat dan nutrisi, tanpa bikin lonjakan gula darah.

5. Bumbu dan rempah alami

Kemangi, oregano, dan mint nggak cuma bikin masakan enak, tapi juga punya sifat antioksidan dan antiinflamasi yang mendukung kondisi autoimun.

6. Pemanis alami

Madu atau sirup mapel bisa jadi pengganti gula olahan, tapi tetap dibatasi karena konsumsi berlebihan bisa memicu peradangan dan naiknya gula darah.

Pewarta: Sean Anggiatheda Sitorus
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026
TAG: