Beberapa Makanan Sehat yang Masuk Kategori Ultra Proses

waktu baca 2 menit

Jakarta (KABARIN) - Belakangan istilah makanan ultra proses sering muncul dalam diskusi soal gizi. Banyak orang mengira kategori ini cuma meliputi junk food atau camilan kemasan, padahal beberapa makanan yang terlihat sehat juga masuk kelompok ultra proses.

Menurut laman EatingWell, klasifikasi makanan ultra proses biasanya mengacu pada sistem NOVA yang membagi pangan menjadi empat kelompok berdasarkan tingkat pengolahannya.

Kelompok keempat ini umumnya mengandung banyak bahan tambahan seperti pemanis, pengemulsi, perisa, penstabil, dan bahan yang jarang dipakai di dapur rumah.

Meski begitu, tidak semua makanan ultra proses harus dihindari total. Beberapa tetap memberi nutrisi penting jika dipilih dengan tepat. Contohnya bubuk protein.

“Bubuk protein merupakan protein yang telah dipisahkan dari sumber aslinya, seperti susu atau kacang polong, melalui proses pengolahan,” kata ahli gizi Sarah Anzlovar.

Produk ini populer di kalangan orang yang gaya hidup sehat, tetapi bisa mengandung pemanis dan penstabil tambahan. Ia menyarankan membaca label dan memilih produk yang diuji pihak ketiga.

Selanjutnya, susu nabati seperti susu kedelai atau almond. Meskipun sering mengandung pengemulsi dan gula tambahan, susu nabati fortifikasi tetap bisa jadi sumber kalsium, vitamin D, dan mineral penting bagi orang yang diet nabati.

“Makanan nabati seperti susu kedelai dan tahu termasuk makanan ultra olahan, tapi tetap berkualitas tinggi dan kaya nutrisi bagi yang alergi atau memilih vegan/vegetarian,” kata Lauren Harris-Pincus, ahli gizi lain.

Tahu berperisa juga termasuk contoh lain. Tahu polos tergolong olahan biasa, tetapi varian berperisa, diasap, atau digoreng dengan banyak tambahan masuk kelompok ultra proses. Harris menyarankan memilih tahu polos dan membumbuinya sendiri.

Kacang kalengan bersaus juga masuk kategori ultra proses. Kacang kalengan biasa masih termasuk olahan standar, tapi kalau sudah ditambah saus dan gula, otomatis masuk kelompok ultra proses.

Terakhir, yogurt dengan gula tambahan. Beberapa produk mengandung gula cukup tinggi. American Heart Association menyarankan membatasi gula tambahan harian, sehingga lebih baik pilih yogurt tawar atau campur sedikit yogurt manis untuk menjaga rasa dan mengontrol asupan gula.

Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka