Empat Juta Warga Jakarta Diperkirakan Gak Mudik di Lebaran Tahun Ini

waktu baca 3 menit

Jakarta (KABARIN) - Lebaran 2026 diperkirakan tidak hanya dipenuhi arus mudik keluar Jakarta, tetapi juga aktivitas warga yang memilih tetap berada di ibu kota. Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta memprediksi sekitar 4 juta warga tidak melakukan perjalanan ke luar kota selama periode Lebaran tahun ini.

Kepala Bidang Pengendalian Operasional Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Dalops LLAJ) Dishub DKI Jakarta Yayat Sudrajat mengatakan jumlah warga yang tetap berada di Jakarta cukup besar dibandingkan dengan yang melakukan perjalanan mudik.

"Kami perkirakan masyarakat yang akan melakukan perjalanan yang keluar kota Jakarta diprediksi sekitar 6.653.749 orang dan tidak melakukan perjalanan atau ada di dalam kota sendiri ada 4.024.251 orang," kata Yayat Sudrajat dalam siniar di Jakarta, Kamis.

Menurut Yayat, jutaan warga yang tidak mudik tersebut berpotensi memadati berbagai lokasi wisata dan pusat perbelanjaan di Jakarta selama libur Lebaran.

Beberapa tempat wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi antara lain Taman Impian Jaya Ancol, Taman Margasatwa Ragunan, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), kawasan wisata Kota Tua Jakarta, Kepulauan Seribu, Monumen Nasional (Monas), hingga kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK).

"Selain kami mempersiapkan orang yang mudik, ada kurang lebih 4 juta yang tidak mudik, maka potensi terhadap lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan, kita prediksi akan memadati lokasi-lokasi wisata dan pusat perbelanjaan," ujar Yayat.

Selain destinasi wisata, sejumlah pusat perbelanjaan juga diprediksi akan mengalami lonjakan pengunjung. Tiga kawasan yang diperkirakan paling ramai adalah Tanah Abang, Kebon Kacang, dan Glodok.

Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di berbagai titik tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyiapkan sejumlah langkah rekayasa lalu lintas. Beberapa skema yang sedang dipertimbangkan antara lain penerapan sistem contra flow, pembatasan kendaraan dengan aturan ganjil genap, hingga pembatasan mobilitas di kawasan wisata tertentu.

Di sisi lain, Pemprov DKI juga menyiapkan ribuan personel untuk mendukung kelancaran lalu lintas selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Total ada 2.082 personel yang disiagakan, termasuk dari Dinas Perhubungan. Selain itu, berbagai sarana pendukung juga disiapkan seperti 90 unit mobil patroli, 90 unit mobil derek, 240 rambu portabel, serta 1.350 unit traffic cone atau water barrier.

Sementara itu, PT Jasa Marga memprediksi puncak arus mudik tahun ini akan terjadi pada 18 Maret 2026 atau H-3 Lebaran. Sedangkan puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 23 Maret 2026 atau H+3 Lebaran.

Yayat juga memaparkan proyeksi jumlah kendaraan yang keluar dan masuk Jakarta selama periode mudik Lebaran.

"Prediksi proyeksi volume lalu lintas yang keluar Jakarta pada H-10 sampai dengan H-11, kurang lebih ada 3.671.078 kendaraan. Sementara proyeksi lalin masuk Jakarta pada H-10 sampai H+10, ada kurang lebih 3.540.379 kendaraan," kata Yayat.

Dengan jumlah warga yang tetap berada di Jakarta dan jutaan kendaraan yang keluar masuk ibu kota, pemerintah daerah kini mempersiapkan berbagai strategi untuk menjaga kelancaran mobilitas selama masa libur Lebaran 2026.


Sumber: ANTARA

Bagikan

Mungkin Kamu Suka