Washington (KABARIN) - Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa AS siap bertindak tegas jika kabar soal rencana Iran mengeksekusi pengunjuk rasa benar adanya.
“Saya belum mendengar soal hukuman gantung itu. Jika mereka menggantung orang-orang tersebut, Anda akan melihat beberapa hal terjadi. Kami akan mengambil tindakan yang sangat keras jika mereka melakukan hal seperti itu,” ujar Trump dalam wawancara dengan CBS News.
Ketika ditanya mengenai tujuan akhirnya terhadap Iran, Trump menjawab singkat, “Tujuan akhirnya adalah menang. Saya suka menang.”
Pernyataan ini muncul setelah Trump menjelaskan unggahan sebelumnya di media sosialnya, Truth Social, yang menyinggung soal bantuan yang sedang dikirim ke Iran.
“Ya, ada banyak bantuan yang sedang dalam perjalanan, dalam berbagai bentuk, termasuk bantuan ekonomi. Kami telah melumpuhkan Iran dalam hal kapasitas nuklirnya,” katanya, merujuk pada serangan AS terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni tahun lalu.
Trump juga menyoroti belum jelasnya jumlah korban dari aksi protes yang masih berlangsung di Iran. “Jika mereka ingin melakukan protes, itu satu hal. Tetapi ketika mereka mulai membunuh ribuan orang, dan sekarang Anda memberi tahu saya tentang hukuman gantung, kita akan lihat bagaimana hasilnya bagi mereka. Itu tidak akan berakhir baik,” ungkapnya.
Sementara itu, warga AS diminta segera meninggalkan Iran karena ketegangan yang meningkat. Berdasarkan laporan organisasi non-pemerintah Iran yang berbasis di AS dan Norwegia, seorang pengunjuk rasa bernama Erfan Soltani dijatuhi hukuman mati dan eksekusinya dijadwalkan berlangsung pada Rabu.
Kedutaan virtual AS untuk Iran pun mengimbau warga Amerika agar mempertimbangkan jalur darat menuju Turki atau Armenia jika aman. Mereka juga mengingatkan warga AS-Iran dengan kewarganegaraan ganda untuk menggunakan paspor Iran, karena pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan dapat menahan mereka jika terlihat terhubung dengan AS.
Sejak 1980, AS dan Iran tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dan komunikasi dijalankan melalui perantara, yakni Swiss untuk AS dan Pakistan untuk Iran.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026