News

Lebih dari 60 Anak di Afghanistan Meninggal Akibat Kurang Gizi Parah

Kabul (KABARIN) - Krisis kemanusiaan masih menghantui Afghanistan. Lebih dari 60 anak dilaporkan meninggal dunia akibat kekurangan gizi parah dalam 11 bulan terakhir di Provinsi Badakhshan, Afghanistan. Fakta memilukan ini disampaikan media lokal Tolo News pada Selasa.

Dalam laporan tersebut disebutkan, hampir 16.000 anak di Badakhshan didiagnosis mengalami malanutrisi selama periode tersebut. Secara rinci, tercatat 16.468 kasus kekurangan gizi yang kini tengah menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan di seluruh wilayah provinsi itu.

Sejumlah faktor disebut menjadi pemicu utama tingginya angka malanutrisi anak. Mulai dari kurangnya pemberian ASI, terbatasnya akses terhadap makanan bergizi, jarak kelahiran anak yang terlalu dekat, hingga rendahnya kesadaran masyarakat soal pentingnya nutrisi yang tepat bagi anak.

Kondisi ini diperparah oleh situasi ekonomi warga yang semakin terpuruk. Masyarakat setempat turut menyuarakan kekhawatiran mereka, terutama terkait meningkatnya kemiskinan serta minimnya fasilitas medis dan tenaga kesehatan terlatih, khususnya di wilayah pedesaan.

Banyak desa di Badakhshan diketahui berada jauh dari klinik atau pusat layanan kesehatan. Akibatnya, proses diagnosis dan penanganan anak-anak dengan gizi buruk sering terlambat. Situasi menjadi semakin sulit ketika cuaca ekstrem melanda, yang membuat akses menuju fasilitas kesehatan makin terbatas.

Laporan ini kembali menyoroti betapa rentannya kondisi anak-anak di wilayah konflik dan krisis ekonomi berkepanjangan, sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya perhatian global terhadap masalah gizi dan kesehatan anak di Afghanistan.

Pewarta: Xinhua
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026
TAG: